“SETITIK AIR” AHMAD JAJULI: Tiga Perjanjian Allah dan Manusia


SEJUMLAH warga sedang salat di Masjid Jami’ Al-Yaqin, Rabu, 31/5/2017  | Rudi Sabli/duajurai.co

H Ahmad Jajuli SIP MSi | Anggota DPD RI asal Lampung

Sesungguhnya sebelum setiap manusia lahir ke dunia, Allah SWT telah mengambil kesaksian dari setiap jiwa atau ruh manusia. Tanpa sadar kita telah melakukan perjanjian dengan Allah SWT.

Allah telah membuat seluruh umat manusia bersaksi kepada-Nya sejak menciptakan Adam. Perjanjian ini terukir dalam jiwa manusia sejak sebelum masuk ke dalam janin. Karena itu, ketika seorang bayi lahir, kondisi awalnya adalah beriman kepada Allah.

Kondisi alamiah ini disebut dengan fitrah atau suci. Jika bayi itu dibiarkan sendiri, maka dia akan tumbuh dalam kondisi tauhid kepada Allah.

Ada tiga perjanjian manusia dengan Allah SWT. Perjanjian pertama menegaskan bahwa setiap orang bertanggungjawab untuk beriman kepada Allah dan nantinya segala alasan tidak akan diterima pada hari akhir.

Setiap manusia memiliki keimanan kepada Allah yang tertanam dalam jiwanya. Semua manusia mengakui fitrahnya sebagai mahluk yang diciptakan Allah dan mengetahui bahwa ia akan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya di dunia. Sebenarnya fitrah jiwa lah yang menjawab pertanyaan itu.

Perjanjian kedua ketika diikrarkan kalimat syahadat. Ketika akal dan pikiran manusia telah mencapai tahap kesempurnaan, sehingga mampu membedakan benar dan salah, baik dan buruk, yaitu melalui ikrar dua kalimat syahadat yakni ketika memilih agama Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah itu.

Perjanjian ketiga adalah ketika melakukan ibadah salat. Yakni dengan 17 kali pernyataan, ketika membaca Alfatihah, “iyya kana’ budu waiyyaa kanasta’iin“ Hanya kepada Engkau, kami menyembah dan meminta pertolongan, ditambah 9 kali ikrar syahadat saat bertahiyat, dan 5 kali berjanji saat doa iftitah “inna sholaati, wanusukui, wamahyaaya, wamamaati lillahi robbil’aalaamiin”. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku karena Allah, pencipta alam ini.

Banyak sekali janji kita pada Allah, namun masih sedikit yang telah kita laksanakan. Semoga kita bisa menunaikan janji kita kepada Rabb, Tuhah seluruh alam dengan melakukan ketaatan sebagai hamba-Nya.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top