Gelar Foila, BI Lampung Cari Model Tepat Tarik Investor


KEPALA BI Lampung Arief Hartawan (tengah) menghadirkan Lili Wartadipjara (berkacamata) dari Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur, dan Dini Yuliandani (berjilbab) dari BI Jawa Barat pada Forum Investasi Lampung (Foila), Selasa, 13/6/2017. Foila bertujuan mencari model yang tepat untuk menarik investor guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Lampung. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung menggelar Forum Investasi Lampung (Foila), Selasa, 13/6/2017. Pada kegiatan tersebut, BI menghadirkan dua narasumber dari daerah percontohan untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di Lampung.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi Lampung ini cepat, seperti daerah lain. Kami berkomitmen untuk mempercepat masuknya investasi di Lampung,” kata Kepala BI Lampung Arief Hartawan di kantornya, Bandar Lampung.

Dia mengatakan, dua narasumber yang didatangkan untuk mengisi Foila, yaitu Lili Wartadipjara dari Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur, serta Dini Yuliandani dari BI Jawa Barat. Kedua daerah tersebut lebih dahulu melakukan upaya-upaya menarik investor dan terbukti sukses. Keduanya menggunakan cara yang berbeda.

“Dari dua model itu kami mencari model yang tepat untuk Lampung. Kami hanya bisa memfasilitasi dan mendorong agar seluruh kabupaten/kota di Lampung juga maju dan sejahtera. Sekarang sudah dibentuk timnya, kami juga akan membuat surat ke gubernur mengenai hal ini. Sebab, saya lihat semangat dari masing-masing kabupaten/kota di Lampung juga cukup tinggi,” ujar Arief.

Dia melanjutkan, untuk menarik investor, Jawa Timur membuat website yang isinya berupa informasi peluang investasi dengan melibatkan 38 kabupaten/kota untuk mengisi konten. Sementara, Provinsi Jawa Barat melakukan sinergi antara BI, pemprov, dan Kadin setempat untuk menarik investor.

“Intinya, Lampung juga akan mengarah ke sana. Pejabat daerah Lampung juga sudah menunjukkan komitmen mereka. Kehadiran dua narasumber ini membuka lagi semangat itu dan memberikan jalan. Sebab, saat ini, nilai investasi Lampung masih sangat rendah,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top