“SETITIK AIR” AHMAD JAJULI: Sahabat dan Ahli Surga


WARGA sedang menunaikan salat di Masjid Ar-Ridho, Jalan Sukardi Hamdani, Palapa, Bandar Lampung, | Rudi Sabli/duajurai.co

H Ahmad Jajuli SIP MSi | Anggota DPD RI asal Lampung

SUATU hari di sebuah masjid ketika Rasullullah SAW bersama para sahabat baru selesai melaksanakan salat, beliau bersabda bahwa sebentar lagi akan datang seseorang yang akan dijamin masuk surga oleh Allah SWT. Kemudian masuklah seseorang yang kemudian juga melakukan salat dan langsung berlalu ketika selesai.

Keesokan harinya, Rasullullah juga mengatakan hal yang sama, dan kemudian muncul juga seseorang yang sama dengan hari kemarin. Kejadian ini berulang sampai tiga hari berturut-turut.

Sahabat Abdullah bin Amr pun penasaran terhadap amalan apa yang biasa dilakukan oleh si ahli surga sehingga Rasullullah pun sampai tiga kali menyerukan bahwa ia adalah seorang yang dijamin masuk surga. Saking penasarannya, Abdullah Bin Amr pun mendatangi rumah ahli surga itu.

Setelah dipersilakan masuk oleh sang ahli surga, Abdullah Bin Amr mengatakan bahwa dirinya saat itu sedang ada sedikit masalah dengan ayahnya dan tidak ingin menemui ayahnya sampai tiga hari ke depan. Makanya, ia meminta ijin untuk bisa menginap di rumah si ahli surga sampai tiga hari ke depan. Si ahli surga pun mengijinkan Abdullah begitu saja untuk menginap di rumahnya tanpa bertanya apa pun lagi.

Selama tiga hari Abdullah Bin Amr selalu meperhatikan setiap perbuatan si ahli surga. Namun, dia tidak menemukan suatu ibadah yang istimewa yang dilakukan oleh ahli surga. Salat tahajud pun jarang dilakukan, kecuali ahli surga selalu berzikir ketika tidurnya terganggu di tengah malam dan kemudian mengubah posisi tidurnya. Ini pun dilakukan setiap ahli surga bangun tidur.

Setelah tiga hari menginap, sebelum berpamitan pulang Abdullah Bin Amr menceritakan semuanya kepada si ahli surga. Ia mengaku sebenarnya sedang tidak bertengkar dengan ayahnya dan keadaannya baik-baik saja.

Dia juga bercerita bahwa melakukan ini semua karena ingin tahu ibadah khusus apa yang ahli surga lakukan sehingga Rasullullah menjaminnya masuk surga dan Rasullullah katakan hal tersebut sampai tiga kali. Namun, kata Abdullah, dia tidak mendapati ahli surga melakukan ibadah khusus apa pun selain zikir tersebut.

Dengan segala kerendahan hatinya ahli surga kemudian berkata. “Aku memang tidak punya amalan atau ibadah yang istimewa, aku hanya tidak mempunyai rasa benci, iri, dengki kepada semua orang.”

Dari kisah itu kita bisa mengambil teladan bahwa salah satu tanda ahli surga ialah orang yang memakmurkan masjid dengan segala aktivittas ibadah. Perbuatan ahli surga yang langsung mengizinkan sahabat Abdullah Bin Amr menginap di rumahnya selama tiga hari tanpa ada rasa curiga juga sesuai dengan Alquran yang meminta kita tidak berburuk sangka terhadap orang lain.

Ahli surga juga bukan orang yang suka mencari tahu sesuatu hal dan kemudian memperbincangkannya. Selain itu, amalan ahli surga yang lain adalah senantiasa berzikir dalam setiap perbuatan. Segala kebaikan ini dilengkapi dengan tidak memiliki sifat benci, iri dan dengki kepada orang lain. Semoga kita bisa meneladani kisah ahli surga ini.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top