PUASA SANG DUAFA: Sekelumit Kisah Siti Fatimah, Kala Sang Anak Malu Ibunya Jadi Juru Parkir


Siti Fatimah, Juru Parkir di Jalan Kartini Bandar Lampung | Rudi Sabli / duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Terdesak dengan kebutuhan ekonomi, Siti Fatimah (52) mesti melakoni pekerjaan sebagai juru parkir di Jalan Kartini Bandar Lampung. Meski demikian, warga Gang Kelinci, Kelurahan Pelita, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung itu pernah mendapat penentangan dari sang anak yang malu jika ibunya menjadi juru parkir.

“Pernah dilarang ketiga anak saya kalau jadi tukang parkir. Banyak alasan yang mereka sampaikan, dari hal yang paling sederhana, karena malu dengan teman-temannya. Tapi, ada juga yang mengkhawatirkan karena saya ini wanita. Sampai-sampai ada yang bilang takut saya ada masalah. Takut bentrok dengan sesama tukang parkir,” kata Siti saat ditemui duajurai.co di tepi Jalan Kartini, Sabtu sore, 10/6/2017.

Dengan penuh keyakinan, wanita yang sudah menjanda selama tiga tahun itu memberikan pengertian kepada anak dan mertuanya mengenai pekerjaannya itu. Juru parkir bukan pekerjaan seorang pengemis. Perlahan tapi pasti, keluarganya dapat menerima dan menghargai profesinya.

“Kalau keluarga bilang malu karena pekerjaan saya, kemungkinan hal itu juga sama seperti yang saya lakukan. Tapi mau bagaimana lagi, setelah suami meninggal, saya harus menggantikan perannya menjadi kepala keluarga,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Hal yang dikhawatirkan keluarga ternyata benar, di awal perjalanan Siti menapaki pekerjaan barunya, ia pernah bertengkar dengan orang lain yang ingin merebut lahan parkirnya. Bukan hanya itu, salah seorang satpam seringkali mengusirnya jika tidak diberi bagian uang hasil Siti memarkir.

Padahal pekerjaan yang ia lakukan sudah memperoleh izin dan setorannya juga resmi. Bahkan, pihak toko tidak menarik dana dari pengahasilan yang ia dapati.

“Ribut sampai adu jotos saat ada orang yang mengambil lahan saya, ada juga satpam yang serakah meminta jatah uang dari saya,” Kata ibu tiga anak itu dengan wajah memerah.(*)

Liputan ini merupakan kerja sama duajurai.co dengan NU Care dan LAZIS NU Provinsi Lampung. Setiap duafa yang menjadi narasumber mendapatkan santunan dari NU Care-LAZIS NU.

Baca: PUASA SANG DUAFA: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Siti Fatimah Nekat Jadi Juru Parkir di Jalan Kartini
Laporan Rudi Sabli


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top