Komunitas Dakocan Lampung Punya Misi Besar Kembalikan Dongeng ke Masyarakat


Iin Muthmainnah dari Komunitas Dakocan sedang mendongeng di acara Buka Puasa Bersama duajurai.co | Fitri / duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komunitas Dongeng Dakocan Lampung yang berdiri sejak 2002, memiliki misi untuk membawa kembali dongeng ke tengah masyarakat. Dakocan digerakkan oleh sembilan orang pengurus dari berbagai latar belakang, dan memiliki satu kesamaan yaitu kepeduliaan pada pendidikan dan dunia anak-anak.

Iin Muthmainnah, Direktur Kreatif Dakocan mengatakan, dirinya percaya bahwa anak-anak di usia berapapun pasti suka dongeng.  “Kalau ada yang tak suka (dongeng), berarti kembali ke pendongennya, mungkin perlu belajar lagi,” ujarnya saat ditemui usai mendongeng di acara buka puasa bersama duajurai.co  Minggu petang, 11/6/2017.

Menurutnya, dongeng dapat menjadi sarana penyampai pesan tanpa menggurui, sehingga dapat diterima oleh anak-anak dengan lebih baik. Untuk mencapai misinya itu, Dakocan melakukan sosialisasi di awal terbentuknya. Dengan rencana strategis per lima tahunnya, Dakocan juga melakukan pendampingan kepada guru-guru sekolah yang kemudian dapat menyampaikan dongeng sebagai strategi pembelajaran di kelas.

Selain itu, Dakocan juga melakukan pendekatan kepada orangtua atau disebut parenting. Hal ini dilakukan untuk memberi pengertian kepada para orangtua supaya memiliki kesadaran pentingnya dongeng.  “Dongeng itu bisa melatih otak lho, untuk fungsi visualisasinya, jadi anak bisa lebih kreatif,” kata wanita yang pernah bergiat di UKMBS Universits Lampung itu.

Nama Dakocan, diambil dari permainan tradisonal yang dalam bahasa Lampung disebut Uncak. Permainan dengan batu-batu kecil yang ketika menang, maka si pemenang akan meneriakan “Dakocan”. Menurut Iin permainan itu pun sudah tidak banyak yang tahu.  “Dengan komunitas ini, saya berharap dapat mengedukasi masyarakat dengan lebih baik lagi,” tambahnya. (*)

Laporan Fitri Wahyuningsih


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top