Cerianya Anak-anak Panti Asuhan Dengarkan Dongeng Komunitas Dakocan di Buka Puasa Bersama duajurai.co


Iin Muthmainnah dari Komunitas Dakocan sedang mendongeng di acara Buka Puasa Bersama duajurai.co | Imelda/ duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komunitas Dongeng Dakocan menyampaikan pesan mengenai keberagaman kepada anak-anak panti asuhan dalam acara buka bersama di kantor duajurai.co, Minggu sore, 11 Juni 2017. Dongeng dibawakan oleh Iin Muthmainnah, Direktur Kreatif Dakocan untuk anak-anak panti asuhan yang mayoritas merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dongeng dimulai dengan cerita seorang nenek yang hobi menyirih. Giginya yang omopong tak mampu lagi mengunyah bahan-bahan campuran sirihnya dengan baik, sehingga ia menumbuk bahan-bahan pelengkap sirihnya. Lalu, ada kakek yang merasa terganggu dengan suara-suara di sekelilingnya. Namun, Kakek tersebut menirukan suara yang ia dengar dari sekitarnya. Ada suara istrinya atau sang nenek, suara keledainya, dan suara kudanya.

Dengan lihai, Iin menciptakan gimik yang mengundang tawa anak-anak panti asuhan. Sesekali ia membuat bebunyian khas dan anak-anak yatim diajak menirukannya. Cukup sekali komando, anak-anak langsung menirukan suara Iin dengan antusias. Peniruan suara-suara itu membuat perhatian peserta terfokus dan menyimak cerita dengan baik. Mereka tertawa bersama tatkala pendongeng senior itu memeragakan gaya seorang kakek ataupun nenek yang rada konyol.

Diakhir cerita, Iin menyampaikan kesimpulan dari dongengnya adalah tentang keberagaman. “Jadi dari cerita tadi kita bisa belajar tentang apa?” Kata Iin kepada anak-anak.

“Keberagaman” jawab anak-anak dengan kompak.

Salah satu anak bernama Jayus Wijaya (13) mengaku sangat menyukai dongeng tersebut. Dirinya pun dapat menyimpulkan pesan moral yang ingin disampaikan. “Saya suka suara tak tuk tak tuk tadi,” katanya menjelaskan bagian favoritnya dalam dongeng. (*)

Laporan Fitri Wahyuningsih


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top