Andi Surya Tentang MoU PT KAI-PT BA untuk Tambah Frekuensi Babaranjang


Anggota DPD RI Andi Surya | Ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Andi Surya menentang adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Bukit Asam (BA) terkait kerjasama pengangangkutan batubara dengan menggunakan Kereta Api Babaranjang yang melintasi Provinsi Lampung, khususnya Kota Bandar Lampung.

Menurut Andi, MoU tersebut lebih bersifat kepentingan sepihak, yaitu antara dua BUMN (PT KAI dan PT BA) tanpa memikirkan akibat dari tindakan kerjasama. “Kereta Api Babaranjang itu sudah cukup banyak menyusahkan warga Lampung terutama kota Bandar Lampung,” kata Andi Surya melalui surat elektronik yang diterima duajurai.co Minggu siang, 11/6/2017.

MoU dimaksud telah berlangsung acara penandatanganannya di Jakarta, Jumat, 9/6/2017. Adapun isi MoU yakni PT KAI mengangkut 130,1 juta ton batubara untuk periode 2017-2021. Tahun ini diangkut 21,7 juta ton yang akan naik secara bertahap setiap tahun.

Kehadiran Kereta Api Babaranjang, kata Andi, selama ini telah membuat warga Kota Bandar Lampung terdepresiasi yang mengancam keamanan dan kenyaman warga. Karena setiap setengah jam sekali, KA Babaranjang melintas kota Bandar Lampung dan menyebabkan terjadinya polusi udara, debu dan kebisingan.

“Kemacetan parah berakibat inefisiensi waktu, dan bahan bakar kendaraan serta ancaman akibat kemungkinan tergulingnya rangkaian kereta atau tabrakan dipersimpangan rel,” ujarnya.

Menurut Andi, tidak sedikit pun dalam MoU itu menyikapi masalah yang dihadapi oleh Warga Bandar Lampung, sehingga seolah-olah Warga Bandar Lampung dan Pemkot hanya menjadi objek penderita untuk kepentingan profit usaha kedua BUMN.

“Saya mengimbau kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung beserta warga bersatu untuk menolak MoU ini. Dari data MoU ini, akan terjadi peningkatan jumlah volume batubara yang akan diangkut KA Babaranjang sehingga dengan demikian akan meningkat pula frekuensi lalu lintas KA Babaranjang di dalam kota, dengan demikian warga kota Bandar lampung akan semakin terancam, baik keselamatan maupun kenyamanan hidup,” paparnya.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan keberanian warga dan pemerintah untuk memberhentikan KA Babaranjang di perbatasan kota, lalu mengajak dialog PT KAI dan PT BA agar segera melakukan upaya mengganti moda pengangkutan batubara dari cara lain atau memindahkan jalur rel KA ke luar kota Bandar Lampung.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Ridho Ficardo Minta Alumni Kepamongprajaan Bangun Pendidikan Politik Sehat

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung nonaktif M Ridho Ficardo meminta Ikatan Keluarga Alumni Perguruan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *