PUASA SANG DUAFA: Kesederhanaan Ahmad Masri, Bujang Talang 20 Tahun Jajakan Roti


Ahmad Masri | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Terik mentari membuat mata Ahmad Masri (66) tampak memicing. Meski memakai topi, wajahnya tetap memerah saat kena cahaya matahari.

Langkahnya gontai sembari mendorong gerobak berisi roti. Kulitnya yang berwarna kecokelatan dan berkeringat tampak mengkilap. Sore itu, Ahmad berjalan di Jalan Cut Nyak Dien, Palapa, Bandar Lampung. Roti dalam gerobaknya masih menumpuk. “(Saya) baru keluar rumah. Kalau bulan puasa begini, saya memang jualan mulai siang, sampai jam enam sore nanti,” kata Ahmad kepada duajurai.co, Jumat, 9 Juni 2017.

Lelaki yang sedang berpuasa itu tinggal di rumah saudaranya, di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Pondok, RT 08, Palapa. Setiap hari, ia berkeliling menjual roti ke kawasan Stadion Pahoman, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, dan berbagai sudut lain. “Biasanya, saya buka puasa di jalan. Minum air putih atau makanan seadanya saja. Baru setelah itu pulang ke rumah saudara,” ujar Ahmad sambil menyeka keringat di pelipisnya.

Pria kelahiran Kotabumi itu sudah 20 tahun menjajakan roti. Sewaktu masih muda, ia pernah bekerja sebagai tukang bangunan dan buruh di pabrik. Sekarang, Ahmad yang masih bujangan hanya ingin menghabiskan waktu untuk bekerja dan beribadah. Ia tak terlalu jauh memikirkan nasibnya yang akan datang ketika bisa lagi bekerja. Ia juga tak memiliki harapan yang muluk-muluk. “Saya enggak mau apa-apa lagi. Saya diberi kesehatan saja sudah bersyukur. Jadi, saya tidak merepotkan keluarga,” ucapnya sembari tersenyum.

Ahmad membeli roti di kawasan Jalan Pagaralam (Gang PU), Kedaton. Kemudian, ia jual kembali dengan mengambil keuntungan sekitar Rp1.000 per roti. Harga roti yang dijualnya beragam, mulai dari Rp3.500-Rp.5000 per potong. “Dalam sehari saya dapat duitnya sekitar Rp30 ribu-Rp50 ribu, tak menentu. Sebab, roti tidak setiap hari bisa habis. Kalau masih sisa, bisa dijual di pasar pada pagi harinya. Kalau barang sudah habis, baru ngambil barang lagi ke Gang PU,” kata Ahmad.(*)

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top