“SETITIK AIR” AHMAD JAJULI: Belajar Memaafkan


Ilustrasi maaf | ist

H Ahmad Jajuli SIP MSi | Anggota DPD RI asal Lampung

ALKISAH suatu hari terjadi pertengkaran antara Abu Bakar RA dan seseorang yang juga beragama Islam bernama Rabi’ah Al Aslami. Dalam pertengkaran tersebut Abu Bakar mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan Rabi’ah.

Abu Bakar menyesali ucapannya itu sehingga ia berkata, “Wahai Rabi`ah balaslah kata-kataku yang telah membuatmu tersinggung.”

Rabi`ah menjawab, “Aku tidak mau melakukannya.”

Abu Bakar berkata lagi, “Balaslah kata-kata itu, atau aku pergi kepada Rasulullah.”

Abu Bakar pun pergi menemui Rasulullah. Kepergiannya diikuti kaum dan keluarga Rabi`ah. Kaum Rabi`ah berkata, “Semoga Allah memberikan rahmat kepada Abu Bakar atas apa yang telah diucapkannya, lalu mengadukannya pada Rasulullah.”

Melihat hal itu, Rabi`ah berkata, “Apakah kalian tidak mengetahui, siapakah Abu Bakar ini? Dia adalah salah seorang dari dua orang yang berada dalam gua, orang yang mempunyai kematangan dalam agama. Jagalah ucapan kalian jangan sampai dia marah padaku dan mengadukannya kepada Rasulullah yang membuat Rasulullah marah karena kemarahan Abu Bakar.”

Sampailah Abu Bakar di hadapan Rasulullah dan menceritakan apa yang baru saja terjadi antara dia dan Rabi’ah. Tak lama kemudian Rabi’ah pun tiba di tempat itu. Melihat kedatangan Rabi’ah, Rasulullah lantas bersabada kepadanya, “Wahai Rabi’ah apa yang terjadi antara kamu dan Ash-Shiddiq?”

Rabi’ah menjawab, “Wahai Rasulullah, Abu Bakar telah berkata kepadaku begini dan begini, sampai ia mengatakan satu kata yang membuatku tersinggung. Kemudian ia mengatakan kepadaku, ‘Katakan sebagaimana apa yang aku katakan kepadamu.’ Namun, aku menolaknya.”

Mendengar itu Rasulullah bersabda, “Jangan balas, akan tetapi katakanlah Allah telah mengampunimu wahai Abu Bakar.”

Kejadian di atas menunjukkan penghormatan Nabi kepada Abu Bakar dan bahwasanya beliau lebih mengutamakan Abu Bakar dari sahabat-sahabat yang lain. Karena beliau tahu bahwasanya Abu Bakar selalu menolongnya setelah Allah.

Nabi juga pernah bersabda, “Tidak ada harta yang menyamai kemanfaatannya bagiku dari kemanfaatan harta Abu Bakar terhadapku.”

Dari kisah tersebut, dapat disimpulkan bahwa seorang muslim yang baik adalah apabila ia melakukan kesalahan ia akan langsung meminta maaf atas kesalahannya. Dan seorang muslim yang baik adalah apabila ia disakiti, ia tidak akan membalas dengan pembalasan yang serupa tapi justru memintakan ampunan kepada Allah SWT.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top