PUASA SANG DUAFA: Cari Ongkos Temui Istri, Farhan Memulung 50 Km Tiap Hari


Farhan (65), seorang pemulung, memperlihatkan amplop yang berisi santunan dari NU Care-LAZIS NU Lampung, Rabu, 7/6/2017. Sembari berpuasa, ayah dua anak itu jalan kaki sekitar 50 km untuk mengumpulkan barang bekas. | Rudi Sabli/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lelaki tua itu kurus. Wajahnya banyak kerut. Ia berjalan sambil memanggul karung. Isinya, berbagai barang bekas.

Sore itu, Farhan (65) melintas di Jalan Singosari, Enggal, Bandar Lampung, Rabu, 7/6/2017. Ia menuju tempat tinggalnya di Kebon Sawo, Gang Kayu Manis, Enggal, untuk berbuka puasa. Saban hari, Farhan menyusuri jalanan Kota Tapis Berseri untuk mencari rongsok. Ayah dua anak itu menyambung hidup sebagai pemulung.

“Saya jalan kaki sekitar 50 kilometer (km) demi menabung untuk biaya perjalanan ke Tasikmalaya. Saya sudah dua tahun tidak bertemu istri. Saya berharap, bisa berkumpul bersamanya pada Lebaran tahun ini,” kata Farhan.

Belakangan ini, Farhan tinggal sendiri. Istrinya pulang kampung ke Tasikmalaya dua tahun yang lalu. Dalam sehari, hasil keringat Farhan sekitar Rp25 ribu-Rp35 ribu. Selain untuk biaya hidup dan menabung, penghasilannya juga dikirim untuk sang istri.

Suatu hari, Farhan pernah menangis. Kala itu, sang istri meminta uang. Namun, ia tak punya uang. Sebab, penghasilannya saat itu hanya cukup untuk bertahan hidup. “Saya pernah menangis karena tidak bisa memberi uang kepada istri. Waktu itu, saya tidak memegang uang karena hasil memulung tidak banyak,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Biasanya, Farhan mulai memulung jam lima pagi. Namun, beberapa hari terakhir tak banyak barang bekas yang diperoleh. Sebab, tidak banyak orang yang mengonsumi karena puasa. “Sekarang, harga rongsok sekitar Rp2.500 per kg. Tiap hari, saya rata-rata mengumpulkan 10-18 kg. Untuk mengumpulkan barang bekas sebanyak 10 kg, saya harus jalan kaki sejauh 50 km,” ucap Farhan sambil menunduk.(*)

Liputan ini merupakan kerja sama duajurai.co dengan NU Care dan LAZIS NU Provinsi Lampung. Setiap duafa yang menjadi narasumber mendapatkan santunan dari NU Care-LAZIS NU.

Baca juga PUASA SANG DUAFA: Farhan, Pemulung yang Tiap Hari Jalan Kaki 50 Km

Laporan Rudi Sabli


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top