Isi AJRD 2017, Manajer Coca-Cola Yayan Sopian: Butuh Jurnalisme yang Bisa Dipertanggungjawabkan


Yayan Sopian (kanan), Coca-Cola (CA) Regional Manager West Indonesia, menerima penghargaan usai menjadi pemateri tamu AJRD di Kantor duajurai.co, Rabu siang, 7/6/2017. Penghargaan diserahkan Yonathan P Hutagalung (kiri) yang mewakili peserta AJRD. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pada era digital seperti sekarang, semua orang bisa menjadi jurnalis. Warga bisa menulis apa saja, lalu menyebarkannya. Namun, tidak semua orang punya tanggung jawab atas tulisannya.

Hal tersebut disampaikan Yayan Sopian, Coca-Cola (CA) Regional Manager West Indonesia, saat menjadi pemateri tamu pada program Akademi Jurnalis Ramadan Duajurai (AJRD), Rabu siang, 7/6/2017. AJRD berlangsung di Kantor duajurai.co, Jalan Dr Harun II, Perumahan Gading Jaya II, Blok H Nomor 18, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah jurnalisme yang beritanya bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, sangat berbahaya jika orang menulis sesuatu yang tidak benar (hoax) dan disebarkan begitu saja,” kata Yayan di hadapan peserta AJRD.

Hal tersebut, lanjut dia, berkaitan dengan reputasi, baik itu perorangan, perusahaan, maupun lembaga pemerintahan. Sebuah tulisan yang menyebar secara masif akan memengaruhi perspektif seseorang terhadap objek tulisan. Karena itu, media massa yang menjadi rujukan masyatakat perlu bertanggung jawab atas produk jurnalistik. “Karena media berperan penting membentuk citra sebuah perusahaan, lembaga, maupun perseorangan,” ujarnya.

Menurut Yayan, ilmu tentang public relation (PR) perlu diketahui jurnalis. sebab, jurnalis adalah mitra kerja para PR. “Ketika jurnalis tahu dan memahami tentang ruang lingkup dan kerja PR, akan membentuk hubungan yang lebih baik,” kata dia.

Disamping itu, perusahaan media juga perlu membangun citra yang baik. Maksudnya, media perlu branding. Untuk itu, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan, di antaranya membuat target positioning dan segmentif. Sehingga, mudah dikenal dan membuat kesan tersendiri di masyarakat. “Perusahaan yang terampil menggunakan PR, banyak yang bisa selamat dari reputasi yang buruk. Sedangkan perusahaan yang sebenarnya memiliki produk bagus, tapi fungsi PR-nya tidak berjalan justru hancur,” ucap Yayan.

Akademi Jurnalis Ramadan Duajurai berlangsung hingga 20 Juni mendatang. Para peserta akan mendapatkan materi-materi jurnalistik, seperti teknik wawancara, menembus narasumber, menulis berita, Kode Etik Jurnalistik, kiat menjadi wartawan media online, perkembangan media massa, dan lain-lain.

Pada akhir pelatihan, akan dipilih tiga peserta terbaik. Ketiganya akan mendapatkan sertifikat dan uang tunai dengan rincian, terbaik I Rp1,25 juta, terbaik II Rp750 ribu, terbaik III Rp500 ribu. Selain mendapat sertifikat, semua peserta juga berkesempatan menjadi jurnalis duajurai.co.(*)

Baca juga AJRD 2017, Manajer Coca-Cola Yayan Sopian Berbagi Ilmu Public Relation

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *