PUASA SANG DUAFA: Kisah Kasmadi dan Mujini, Suami-Istri yang 30 Tahun Jajakan Sayuran Matang


Kasmadi dan Mujini, penjaja sayuran matang | Rudi Sabli/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Klakson bersahut-sahutan di Jalan ZA Pagaralam, dekat Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Bandar Lampung, menjelang buka puasa pada Senin, 5/6/2017. Para pengendara tampak tak sabar untuk cepat sampai di tempat tujuan.

Di tengah kondisi demikian, seorang lekaki tua membungkuk di dalam gang yang terletak disamping UTI. Ia tampak memijat kaki kanannya. Di depan pria bersandal jepit itu terdapat gerobak berisi sayuran yang telah dimasak. Di samping kanannya berdiri seorang perempuan tua sambil menjunjung tampah yang juga berisi sayuran matang.

Keduanya merupakan pasangan suami-istri. Sang suami bernama Kasmadi (76), dan istrinya Mujini (58). Mereka tinggal di Gang Manggis, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Keduanya sudah 30 tahun berdagang keliling sayuran matang.

“Mungkin hampir seluruh wilayah Kota Bandar Lampung sudah kami datangi untuk menjajakan sayuran matang. Sebab, berjualan seperti ini tak bisa bertahan hanya di satu tempat. Bagaimana caranya sayuran ini harus habis agar modalnya bisa diputar kembali,” ujar Kasmadi sembari melihat kakinya yang berkoreng.

Kasmadi dan Mujini menjual berbagai macam sayuran matang, seperti sayur taoge, sambal terong, sayur patin, dan lain-lain. Tidak semua sayuran itu dimasak sendiri. Beberapa sayuran dibeli dari tetangganya yang menjual sayur matang. Rata-rata sayuran yang dijual pasangan suami-istri itu sekitar Rp5.000-Rp15 ribu.

“Sehari cuma untung sekitar Rp20 ribu-Rp45 ribu. Keuntungan itu harus diputar agar cukup untuk kebutuhan lainnya. Namun, apabila sayuran laku semua, maka keuntungannya pun cukup untuk ditabung,” ucap Mujini dengan mata berkaca-kaca.

Meski pekerjaan yang dilakoni menguras tenaga, namun suami-istri yang berusia lebih dari setengah abad itu tetap berpuasa. Mereka tidak membatalkan puasa kendati letih berjalan kaki. “Puasa kok, Dek. Belum pernah pecah (batal) puasa,” ujar keduanya secara bersamaan.(*)

Laporan Rudi Sabli


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top