Berantas Malaria, 5 Mahasiswa Unila Ini Ciptakan “BOM PASSION”


Ilustrasi penderita malaria | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lima mahasiswa Universitas Lampung (Unila) menciptakan sebuah program cerdas sebagai solusi pemberantasan malaria yang masih menjadi masalah kesehatan. Program dimaksud, yakni Bank for Malaria Eradication: Program Cerdas Berbasis 5 Tingkat Pencegahan atau “BOM PASSION”.

Adapun kelima mahasiswa Unila tersebut, Angga Hendro Priyono, Muhammad Yogi Maryadi, Achmad Agus Purwanto, Rizky Arif Prasetyo, dan Isma Fadlilatus Sa’diyah. “Program ini terdiri dari pembentukan Agen Bank for Malaria Eradication (BOM), pelatihan, simulasi, sharing, dan evaluasi seputar penyakit malaria,” kata Angga, Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unila, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Senin, 22/5/2017.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya menerapkan prinsip lima level prevention, yakni Health Promotion (Peningkatan Kesehatan), General and Specific Protection (Perlindungan Khusus), dan Early Diagnosis and Prompt Treatment (Deteksi Dini). Kemudian, Disability Limitation (Pengobatan dan Tindakan) dan Rehabilitation (Pemulihan).

Dalam pelaksanaannya, juga dilakukan pelatihan dan pendalaman program deposit bank sampah. Ide sederhana ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus malaria di Kabupaten Pesawaran, Lampung. “Dengan membentuk bengkel kesehatan lingkungan, kami bisa mengajak warga lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Tak hanya bank sampah. Mereka juga mengadakan pelatihan lainnya, seperti penggunaan kelambu, dan pembuatan sediaan apus darah tepi. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk mengikuti pengenalan dan pendekatan materi mengenai malaria. Selanjutnya, kami memilih tiga puluh dari seluruh masyarakat yang mampu dan berkenan menjadi anggota BOM, termasuk warga yang direkomendasikan kepala desa (setempat),” kata Angga.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Dua Pekan di Kroasia, Rycko Menoza Temukan Kearifan Lokal di Pasar Tradisional

KROASIA, duajurai.co – DUA pekan berada di Kroasia, Rycko Menoza, mantan Bupati Lampung Selatan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *