Laporkan Illegal Logging di Register 39 Tanggamus, Walhi Minta Penegak Hukum Serius


KAYU-kayu sisa illegal logging di Register 39 Tanggamus yang ditemukan Walhi Lampung | Walhi Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung telah melaporkan kasus dugaan pembalakan liar atau illegal logging yang terjadi di dalam kawasan hutan lindung Register 39 Kabupaten Tanggamus ke Polda Lampung dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung. Laporan disampaikan pada Kamis, 18 Mei 2017 dengan surat bernomor 012/B/WALHI-LPG/V/2017 dan 012/B/WALHI-LPG/V/2017.

Dalam siaran persnya kepada duajurai.co, Minggu, 21/5/2017, Direktur Eksekutif Walhi Lampung Hendrawan menyebutkan, berdasarkan hasil Investigasi pihaknya pada 1 Mei lalu, ada indikasi kuat telah terjadi aktivitas illegal logging di dalam kawasan hutan lindung Register 39 Tanggamus, tepatnya di Blok 3, Talang Bandar, pada koordinat 5 22’34.8”S–104 25’53.5”E. Kayu yang telah ditebang berjenis sonokeling

“Kegiatan llegal logging tersebut menurut warga dilakukan oleh orang dari luar Talang Bandar dan bukan pemilik kebun di dalam Talang Bandar. Mereka dibekingi oleh preman untuk melancarkan aktivitasnya,” terang Hendrawan.

Berkaitan hal tersebut, Walhi Lampung meminta aparat penegak hukum, dalam hal ini Direktorat Kiriminal Khusus Polda Lampung dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dapat serius melakukan penegakan hukum. Tindakan tegas diharapkan sampai ke jaringannya sesuai Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Karena kasus illegal logging bukan baru-baru ini saja terjadi di Provinsi Lampung namun sudah sangat sering baik di dalam kawasan hutan produksi, hutan lindung maupun hutan konservasi,” tandasnya.

Menurut pengamatan Walhi, minimnya hukuman yang diberikan dan kurangnya keseriusan aparat penegak hukum dalam menindak para pelaku menjadi salah satu faktor yang membuat aksi illegal logging masih terus terjadi di Lampung.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top