Soal Kematian 3 Tersangka Narkoba, Ratusan Orang Datangi Polda Lampung Besok


Khadafi memperlihatkan foto Afrizal, salah satu dari tiga tersangka kasus narkoba yang ditembak mati anggota Polda Lampung, Sabtu lalu, 13/5/2017. Dia menilai, Polda Lampung melakukan pembohongan ihwal kematian tiga tersangka yang dituduh sebagai bandar narkoba. | Rudi Sabli/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ratusan orang dari beberapa elemen akan mendatangi Markas Polda Lampung, Selasa besok, 16 Mei 2017. Mereka akan berunjuk rasa terkait kematian tiga tersangka kasus narkoba yang ditembak anggota Polda setempat, beberapa waktu lalu.

“Estimasi massa sekitar 200 orang,” kata Rully, koordinator aksi, kepada duajurai.co via WhatsApp, malam tadi.

Dia mengatakan, sebelum mendatangi Polda, massa lebih dahulu berkumpul di kawasan Hotel Sheraton. Kemudian, massa long march menuju Kantor DPRD Lampung dan Polda. “Kami menyarankan peserta aksi untuk mengenakan kemeja putih dan membawa sajadah. Sebab, kami akan salat gaib di depan Polda Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Khadafi, peserta aksi yang juga keluarga korban, menyatakan, pihaknya akan mengajukan sejumlah tuntutan dalam demonstrasi, besok. Tuntutan tersebut, di antaranya memecat Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar Abrar Tuntalanai dan anggotanya. “Sebab, mereka telah melakukan pembohongan publik dengan memberikan keterangan palsu, dan menghilangkan nyawa dengan sengaja,” kata dia.

Polda Lampung menembak mati tiga tersangka yang dituduh bandar narkoba, Selasa lalu, 9 Mei 2017. Ketiganya tewas tertembak di Jalan Durian 16, Desa Jatimulyo, sekitar pukul 12.15 WIB. Polisi berdalih menembak karena mereka melawan. Ketiga tersangka dimaksud, yaitu Paisal (26), warga Jalan Pulau Damar Nomor 49, Gang Kamboja, Kelurahan Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung; Afrizal dan Ridho (23), keduanya warga Jalan Sultan Haji, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung.

Terkait hal itu, pihak keluarga tersangka menuding Polda Lampung melakukan pembohongan publik. Sebab, berdasar keterangan saksi mata dan warga setempat, tidak terjadi baku tembak dalam penangkapan para tersangka. Bahkan, ketiga pemuda itu sama sekali tak melawan. Meski ditangkap hidup, namun entah bagaimana para tersangka tewas dengan luka tembak.(*)

Baca juga Soal Kematian 3 Tersangka Narkoba, Keluarga Korban Amankan Saksi Mata

Laporan Hertia Tri


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *