Polda Lampung Sita 5 Ton Ikan Salem-Tongkol Berformalin


KAPOLDA Lampung Inspektur Jenderal Sudjarno didampingi Kabid Humas Komisaris Besar Sulistyaningsih (berjilbab) memperlihatkan ikan berformalin saat ekspos, Senin, 15/5/2017. Ikan mengandung formalin itu disita dari mobil boks saat hendak menyeberang di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu lalu, 13 Mei 2017. | Hertia Tri/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyita sekitar lima ton ikan salem dan ikan tongkol lemuru dari Mitsubishi Colt Diesel BE 9006 JM, Sabtu lalu, 13 Mei 2017. Penyitaan tersebut karena hewan bertulang belakang yang biasa jadi lauk itu positif mengandung formalin.

“Hasil pemeriksaan benar bahwa ikan itu positif mengandung bahan yang berbahaya untuk dikonsumsi,” kata Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Sudjarno saat ekspos di kantornya, Bandar Lampung, Senin, 15/5/2017.

Dia mengatakan, pengungkapan ikan berformalin itu berdasar penyelidikan Satgas Pangan Polda Lampung. Waktu itu, anggota satgas menyelidiki informasi ihwal peredaran ikan yang diduga mengandung bahan pengawet. Dalam penyelidikan, satgas memberhentikan sebuah mobil boks di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. “Mobil itu berisi ikan salem dan tongkol lemuru sebanyak lima ton. Ikan tersebut terbungkus dalam kardus,” ujarnya.

Kemudian, lanjut kapolda, petugas mengambil sampel ikan. Setelah melakukan tes kit, ternyata ikan-ikan itu menggunakan formalin. “Kami menjerat perbuatan pelaku usaha dengan Padal 135 juncto Pasal 71 ayat (2) UU 18/2012 tentang Pangan. Ancamannya, pidana penjara selama lima tahun, atau denda paling banyak Rp2 miliar,” kata dia.(*)

Laporan Hertia Tri


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *