Jadi Narasumber Kafe Juwe, Profesor Mukri Sampaikan 3 Kelebihan Kuliah di UIN Raden Intan


PEMRED duajurai.co Juwendra Asdiansyah (kiri) foto bersama Rektor UIN Raden Intan Lampung Profesor Moh Mukri (kanan) di Studio Radio Andalas, Jumat, 12/5/2017. Kehadiran Mukri di sana untuk mengisi Kafe Juwe dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei mendatang. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Profesor Moh Mukri menyampaikan kelebihan UIN ketimbang universitas negeri umum. IAIN Raden Intan resmi menjadi UIN sejak 3 April lalu.

“Berbeda dengan perguruan tinggi negeri yang umum, dengan masuk UIN bisa dapat 3 in 1, yaitu ilmu, spiritual, dan personality,” kata Mukri saat menjadi narasumber Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Bandar Lampung, Jumat, 12/5/2017. Talkshow yang dipandu Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah itu dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei mendatang.

Dia mengatakan, pihaknya melalui jalan panjang dan sangat melelahkan untuk berubah status menjadi UIN. Beberapa di antaranya berhadapan dengan birokrasi dan berbagai aturan. Setelah berstatus UIN, pihaknya juga memiliki seabrek pekerjaan untuk pembenahan-pembenahan kampus di bilangan Sukarame tersebut.

Mukri melanjutkan, saat masih berstatus IAIN, terdapat sejumlah capaian yang patut diapresiasi. Tiga tahun lalu, IAIN Raden Intan meraih penghargaan sebagai kampus terbersih dari 56 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Sempat juga dapat pengahragaan dari Kementerian Keuangan melalui Kementerian Agama sebagai kampus yang pro terhadap masyarakat miskin. “Karena biaya SPP murah, tetapi tidak murahan. SPP kami paling rendah Rp400 ribu, dan paling tinggi Rp2,4 juta,” ujarnya.

Pencapaian lainnya, ketika Mukri pertama kali menjabat sebagai rektor, jumlah mahasiswa hanya 2.500 orang. Sedangkan hari ini sudah lebih dari 22 ribu mahasiswa. “Pada penerimanaan mahasiswa baru, kami punya kuota 2.700, tapi yang daftar 17 ribu. Sehingga, mendapat penghargaan PTKIN pendaftar terbanyak. Bahkan, untuk jalur ujian mandiri pun masuk lima besar pendaftar terbanyak dari 56 PTKIN,” kata dia.

Capaian yang harus di apresiasi juga, tambah Mukri, UIN sudah melahirkan 24 doktor. Kampun yang dipimpinnya menyelenggarakan program S3 sejak lima tahun lalu. “Insya Allah akan segera bertambah lagi. Dalam satu atau dua tahun ke depan, sekitar 50-70% pengajar akan berkualifikasi S3. Kami mendorong mereka seperti itu,” ujarnya.(*)

Baca juga Siapkan 24 Event, Bupati Chusnunia: Lampung Timur Aman, Saya Tanggung Jawab

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Wagub Nunik Lepas Tim Sepakbola Lampung U-14 Ikuti Kejurnas Piala Menpora

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim melepas Tim Sepakbola Lampung U-14 untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *