Rektor Unila Hasriadi Mat Akin: Orang IPK 2 Tetapi Berkarakter Lebih Dicari dan Dipakai


Rektor Unila Hasriadi Mat Akin (4 dari kiri) berpose bersama panitia dan oembicara dalam acara Bimtek Diplomasi Budaya Damai, Rabu, 10/5/2017. Acara yang ditaja FISIP Unila tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung | hertia tri septi/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Keberhasilan seseorang lebih banyak ditentukan oleh karakternya dan bukan semata dari prestasi akademiknya semasa kuliah. Bangsa Indonesia, khususnya Lampung, saat ini lebih membutuhkan generasi muda penerus bangsa yang memiliki karakter.

Pernytaan itu disampaikan Prof Dr Ir Hasriadi Mat Akin, Rektor Universitas Lampung (Unila) kepada awak media seusai acara pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diplomasi Budaya Damai, Rabu, 10/5/2017. Acara yang ditaja Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Emersia, Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung.

Baca juga

Menurut Hasriadi, kegiatan Bimtek Diplomasi Budaya Damai tersebut sangat penting untuk generasi muda di Lampung. “Karena menurut saya menjadi pintar itu mudah, tetapi untuk menjadi sosok yang berkarakter itu lebih sulit, ” katanya.

“Orang yang IPK-nya (indeks prestasi kumulatif) 4 belum tentu berkarakter. Tetapi kalau orang IPK-nya 2 tetapi dia memiliki karakter, pasti dia akan lebih dicari dan dipakai. Saat ini keberhasilan lebih dipengaruhi oleh karakter bukan nilai IPK,” sambungnya.

Hasriadi meneruskan, saat ini Indonesia sedang berada di era globalisasi yang membuat informasi sangat cepat tersebar. Cepatnya arus informasi dapat mengakibatkan perubahan-perubahan dalam struktur budaya di Indonesia.

“Jika kita tidak kuat menerima perubahan yang disebabkan globalisasi maka lama-kelamaan budaya kita akan tergerus oleh budaya barat, ” ungkapnya.

“Jika berbicara soal keilmuan kita masih kalah dari barat. Tapi kalau masalah kesantunan, kita masih di atas mereka. Jangan sampai budaya timur tergerus oleh budaya barat,” tukas guru besar Fakultas Pertanian tersebut.

Bimtek Diplomasi Budaya Damai dibuka Nadjamuddin Ramly, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bimtek dalam rangka Gerakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan pada Generasi Muda itu juga dihadiri Kepala Taman Budaya Lampung Suslina Sari.

Peserta bimtek berjumlah 100 orang yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Lampung. Peserta bukan hanya mahasiswa, namun juga pembantu rumah tangga, dan anggota komunitas. Rencananya, bimtek bertema “Membangun Persaudaraan (Kemuarian)” itu berlangsung hingga Sabtu mendatang, 13 Mei 2017.(*)

Laporan Hertia Tri Septi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top