Angkat Falsafah Piil Pesenggiri, Pekan Depan Film “Kiyai” Diluncurkan di Dinas Pendidikan Lampung


POSTER Film Kiyai- Pesenggiri Falsafah Jemo Lappung | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Film Kiyai – Pesenggiri Falsafah Jemo Lappung produksi Sanggar Pelangi Anak Indonesia (PAI) Lampung siap diluncurkan. Film yang disutradarai Damsi Tarmizi Melinting dan mengusung kearifan lokal Lampung tersebut akan tayang perdana di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Jalan Drs Warsito, Telukbetung, Bandar Lampung, Selasa, 9/5.2017, mulai pukul 13 WIB.

Dalam momen yang sama dihelat pula diskusi yang menghadirkan pembicara Kadisdikbud Provinsi Lampung Sulpakar dan penggiat Komunitas Penala Budaya Daniel H Ghanie. “Setelah diluncurkan film Kiyai akan ditayangkan di sekolah-sekolah,” tutur Produser Eksekutif “Kiyai” Rikky Ramlie dalam rilis yang diterima duajurai.co, Sabtu, 6/5/2017.

Kiyai diperankan para aktor Johan DX, Akbar Ricky Feria, Resha Taruna Dumai, dan H Nusyirwan. Sementara urusan tata artistik dan make up masing-masing diserahkan kepada Saari Saidi dan Imam.

Mengusung semangat piil pesenggiri–filosofi dan pilar kehidupan orang Lampung, Kiyai, terang Rikky, mengisahkan kehidupan keluarga sederhana yang saling pengertian dan bergotong royong dalam menghadapi kehidupan.

Cerita berfokus kepada sebuah keluarga di mana sang ayah bekerja sebagai penjaja air bersih yang gigih mencari nafkah demi kedua anaknya. Ketika sang ayah jatuh sakit, anak tertua terpaksa berhenti sekolah. Ia rela berjualan demi membeli obat untuk ayahnya dan membiayai adiknya sekolah.

Suatu saat kepala sekolah memergoki dan mengetahui alasan si sulung tidak bersekolah. Kepala sekolah memintanya untuk tetap melanjutkan sekolah dan akhirnya sang anak membukukan prestasi.

Pengamat film Hermansyah GA mengapresiasi film berlatar belakang kehidupan sosial di Lampung ini. Film ini menarik karena kental nuansa kelampungannya. Bahasa, adat, dan filosofi lampung sangat kental.

“Sudut-sudut pengambilan gambarnya menarik. Cuma unsur ilustrasi musik dan kedalaman gambarnya kurang filmis, belum diolah maksimal,” ujar Hermansyah yang juga Ketua Umum Parfi Lampung versi Gatot Brajamusti.

Menurut dia, langkah Sanggar Pelangi Anak Indonesia Lampung memproduksi Kiyai patut mendapat acungan jempol. Lewat film ini terlihat, upaya melestarikan budaya mulai bertumbuhkembang di Lampung.

“Sineas Lampung mulai bergeliat. Bahkan beberapa sineas Lampung sudah menorehkan prestasi untuk karya film pendeknya,” ujar Hermansyah.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Hotel Pertama di Lampung, Radisson Luncurkan Paket Menu Afternoon Tea

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hotel Radisson Lampung meluncurkan paket menu afternoon tea. Radisson merupakan hotel pertama di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *