Jika Jadi Ridho Ficardo, Ini Jawaban Eko Kuswanto Atas Survei Pilgub Lampung Versi Kuadran


Direktur Rakata Institute Lampung Eko Kuswanto | Imelda Astari/duajurai.com

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (MRF) seharusnya berterima kasih atas hasil survei Kuadran mengenai pemilihan gubernur-wakil gubernur (pilgub) 2018. Data survei tersebut mestinya menjadi bahan evaluasi bagi Ridho untuk terus memperbaiki kinerjanya yang belum memuaskan masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Dr Eko Kuswanto, Direktur Eksekutif Rakata Institute, lembaga survei terkemuka berbasis di Lampung, melalui status Facebook yang diunggahnya, Senin, 1/5/2017, dan dilanjutkan percakapan via FB messenger dengan duajurai.co. Pernyataan Eko ini menanggapi respons negatif dari Ridho Ficardo atas hasil survei Kuadran.

Sebelumnya, kepada wartawan, Ridho mempersoalkan kredibilitas Kuadran, yang nota bene merupakan lembaga survei baru. Orang nomor satu di Lampung itu menilai publikasi Kuadran atas hasil surveinya merupakan manuver politik.

Menurut Eko, ketimbang mempersoalkan kredibiltas Kuadran dan data surveinya, lebih baik Ridho melakukan introspeksi secara internal agar performanya lebih baik.

“Andai saya jadi MRF tentu di hadapan media akan saya jawab: Terima kasih atas evaluasinya. Saya akan terus memperbaiki hal-hal yang dirasa belum memuaskan masyarakat. Saya pun tak masalah jika benar nanti akan ada gubernur baru untuk Lampung. Waktu masih cukup panjang untuk semua kandidat berkompetisi dan saya yakin masih bisa memenangkan hati rakyat,” demikian saran Eko kepada Ridho.

Eko melanjutkan, ia pun berandai-andai komentar apa yang akan diberikan Ridho jika Rakata Institute merilis hasil surveinya dalam waktu dekat saat data yang ditampilkan ternyata kurang menguntungkannya.

“Mau bicara kredibilitas lagi atau manuver politik lagi atau lebih ke arah substansinya? Mungkin harus siapkan ‘antihistamin’ dulu,” tulis Eko dalam status Facebook-nya.

BERITA TERKAIT

Survei yang dihelat Kuadran menunjukkan bahwa 67,50% publik Lampung menginginkan gubernur baru dan 60,25% publik tidak puas dengan kinerja Ridho yang memimpin sejak 2014. Selain itu, meski menang secara popularitas, namun Ridho kalah telak dari Wali Kota Bandar Lampung Herman HN ihwal elektabilitas dan akseptabilitas bakal calon (balon) gubernur Lampung.

Selain itu, meski menang secara popularitas, Ridho kalah dari Herman HN ihwal elektabilitas dan akseptabilitas bakal calon (balon) gubernur Lampung. “Hasil survei menunjukkan, responden yang suka terhadap Ridho Ficardo sekitar 37,25%. Sedangkan akseptabilitas Herman paling tinggi, yaitu 42%,” kata Didi Wahyudi, Direktur Eksekutif Kuadran, saat konferensi pers di Bandar Lampung, Kamis, 27/4/2017.Kuadran melakukan survei Pilgub Lampung 2018 selama lima hari, yakni 21-25 April 2017. Survei berlangsung di 15 kabupaten/kota di Lampung dengan 400 responden. Didi mengatakan, pihaknya memberi judul hasil survei tersebut ‘Lampu Kuning untuk Petahana M Ridho Ficardo’. Menurutnya, judul itu merupakan aspirasi masyarakat.

“Lampu kuning bukan berarti membunuh karakter Ridho. Tapi, ini sebagai peringatan bahwa posisinya tidak aman. Jika hari ini dilaksanakan Pilgub Lampung, maka Herman memiliki peluang besar untuk menang. Tapi, ini kan hasil survei sekarang, masih ada waktu lama untuk Pilgub Lampung. Keadaan bisa berubah kapan saja,” ujarnya.

Atas hasil survei Kuadran tersebut, Gubernur M Ridho Ficardo mengaku tidak ambil pusing. Meski demikian Ketua Partai Demokrat Lampung malah menilai hasil survei Kuadran sebagai manuver politik.“Buat saya, itu bukan peringatan, tapi lebih kepada manuver politik saja. Kalau hasil survei, kami punya lembaga yang kami yakini. Karena yang kami yakini itu lah yang nengantarkan kami menjadi gubernur,” kata Ridho seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Lampung, Bandar Lampung, Jumat petang, 28/4/2017.

Dia mengatakan, pihaknya tak perlu menyikapi hasil survei Kuadran tersebut. Terlebih, lembaga yang melakukan survei dinilainya belum memiliki kredibilitas, bahkan baru muncul menjelang Pilgub Lampung. “Saya juga punya data dari lembaga yang kami anggap kredibel. Terkait dengan situasi kepentingan politik, ada data yang bisa kami buka ke publik, ada yang tidak, demi keamanan pembangunan,” ujarnya.

Ridho menambahkan, berdasar data yang diperolehnya, kepuasan publik terhadap kinerja gubernur Lampung mencapai 69%. Sebelumnya, hal itu belum pernah terjadi. “Itu data Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang kredibilitasnya kami yakini. Kami meyakini data tersebut. Walaupun saya yang bayar, saking dekatnya saya malah bisa berutang. Tapi, saya tak bisa bayar supaya datanya berubah. Datanya tetap apa adanya,” katanya.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top