Pilgub Lampung 2018, Eks LO Herman HN: Perlu Negative Campaign Terhadap Petahana


Rakhmat Husein | Akun Facebook Rakhmat Husein

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rakhmat Husein DC, eks liaison officer (LO) Herman HN pada Pilkada Bandar Lampung, menilai perlu negative campaign (kampanye negatif) terhadap petahana. Tanpa itu, sulit bagi penantang mendekatkan jarak, apalagi melampui petahana pada Pilgub Lampung 2018 mendatang.

“Pilgub Lampung 2008 dapat dijadikan contoh. Tanpa negative campaign yang efektif terhadap petahana (waktu itu Gubernur Lampung Sjachroedin ZP), semua kompetitor terengah-engah, tidak dapat mengejarnya,” kata Rakhmat kepada duajurai.co via WhatsApp, malam tadi.

Dia mengatakan, Pilgub Lampung masih 14 bulan lagi. Karena itu, banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Peta dukungan partai masih sangat mungkin berubah-ubah hingga pendaftaran di KPU Lampung. “Berlari secepat-cepatnya seperti Pilgub 2014 tidak akan cukup untuk memenangkan perlombaan pada 2018. Sebab, petahana berangkat di depan, tidak di garis start tetapi dengan flying lap, tidak seperti pada Pilgub Lampung 2014 tanpa petahana,” ujarnya.

Terkait survei Kuadran, Rakhmat menghormati hasil survei tersebut. Baik itu elektabilitas Herman mengungguli Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, maupun Herman kalah populer dari Ridho. “Angka yang menunjukkan bahwa kami kalah populis dibanding Ridho tentu menjadi cambuk dan motivasi tersendiri bagi kami,” kata dia.

Sebelumnya, Kuadran merilis hasil survei mengenai Pilgub Lampung pada tahun depan. Berdasar survei Kuadran, elektabilitas Herman lebih unggul dibanding Ridho. Namun, Ridho lebih populer ketimbang Wali Kota Bandar Lampung itu. Meski demikian, Kuadran memberi lampu kuning untuk Ridho pada Pilgub Lampung 2018.(*)

Baca berita terkait:

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top