5 Film Akhir Pekan di Cinema XXI MBK Bandar Lampung (2-habis)


Cinema XXI Mal Boemi Kedaton | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bagi Anda yang punya rencana menikmati akhir pekan (weekend) dengan menonton film dapat mendatangi Cinema XXI Mal Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung. Bioskop tersebut memutar lima film berbagai genre pada weekend.

Berikut lanjutan kelima film tersebut:

4. Surau dan Silek

Adil (11) adalah seorang anak yatim yang sangat menginginkan sang ayah masuk surga dengan cara menjadi anak yang saaleh. Saat yang bersamaan, Adil juga sangat berambisi memenangkan pertandingan Silat di kampungnya. Ambisi Adil ini didasari oleh kekalahan yang dialaminya pada pertandingan periode sebelumnya. Adil dikalahkan oleh Hardi (11) dengan kecurangan. Namun, hal ini tidak diakui oleh Hardi. Sebab, menurut Hardi, Adil hanya mencari-cari alasan atas kekalahannya. Teman seperguruan Adil yang juga merupakan sahabatnya, Dayat (11) dan Kurip (11) ikut mendukung upaya membalaskan dendam kekalahan tersebut.

Dengan semangat yang tinggi mereka mempersiapkan diri menuju pertandingan berikutnya yang akan diadakan enam bulan lagi. Dalam masa persiapan tersebut tiga sekawan, Adil, Dayat dan Kurip mengalami berbagai rintangan. Mulai dari guru silat mereka Rustam (27) yang pergi merantau, keinginan Adil untuk menjadi anak saleh yang kadang bertentangan dengan ambisinya, pertikaian yang terjadi di antara tiga \sekawan dalam memandang makna silat, Hardi dan kawan-kawan yang selalu mem-bully Adil, Dayat dan Kurip serta pencarian guru silat pengganti yang gagal saat waktu menuju pertandingan terus berjalan.

Rani (11) merupakan teman sekolah tiga sekawan (Adil, Kurip dan Dayat). Rani yang mengagumi Adil secara diam-diam berusaha untuk mencarikan solusi terhadap kegalauan yang dihadapi oleh teman-temannya. Berkat usaha Rani inilah semua rintangan yang di hadapi oleh tiga sekawan ini dapat teratasi. Berhasilkah tiga Sekawan menemukan guru silat serta memenangkan pertandingan?

5. Kartini

Kartini tumbuh dengan melihat langsung bagaimana ibu kandungnya, Ngasirah (Christine Hakim) menjadi orang terbuang di rumahnya sendiri, dianggap pembantu hanya karena tidak mempunyai darah ningrat. Ayahnya, Raden Sosroningrat (Deddy Sutomo), yang mencintai Kartini dan keluarga juga tidak berdaya melawan tradisi.

Sepanjang hidupnya, Kartini memperjuangkan kesetaraan hak bagi semua orang, tidak peduli ningrat atau bukan, terutama hak pendidikan untuk perempuan. Bersama kedua saudarinya, Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita Nugraha), Kartini mendirikan sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan lapangan kerja untuk rakyat di Jepara dan sekitarnya.

Film Kartini adalah perjuangan emosional dari sosok Kartini yang harus melawan tradisi. Bahkan, menentang keluarganya sendiri untuk memperjuangkan kesetaraan hak untuk semua orang di Indonesia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Hotel Pertama di Lampung, Radisson Luncurkan Paket Menu Afternoon Tea

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hotel Radisson Lampung meluncurkan paket menu afternoon tea. Radisson merupakan hotel pertama di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *