Hindari Riba, Mahasiswa-Pelajar Pelajari Ekonomi Syariah di Darmajaya Lampung


 

SEKRETARIS Ikatan Akuntansi Indonesia Achmad Zaky menjadi pembicara seminar ekonomi syariah di Aula Pascarsajana IBI Darmajaya, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Seminar yang diikuti mahasiswa dan pelajar itu guna menghindari riba yang haram dalam hukum Islam. | Humas IBI Darmajaya

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya dan pelajar di Bandar Lampung mempelajari ekonomi syariah dalam seminar umum ekonomi syariah, beberapa waktu lalu. Kegiatan yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) As-Salam Darmajaya itu guna menghindari riba yang haram dalam hukum Islam.

Achmad Zaky, pembicara seminar, mengatakan, ekonomi syariah di Indonesia berkembang cukup pesat. Indonesia telah memiliki 13 bank umum syariah, dan 21 unit usaha syariah. Sebagian masyarakat mulai beralih dari bank konvensional yang menerapkan sistem bunga, ke bank syariah yang menerapkan sistem bagi hasil.

“Bunga pasti riba, tapi riba belum tentu bunga. Dalam syariat, riba bermakna tambahan yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa padanan (‘iwad) yang dibenarkan syariah atas penambahan tersebut, sehingga diharamkan dalam Islam,” kata Achmad dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co.

Pembuat soal ujian sertifikasi akuntansi syariah itu melanjutkan, bank konvensional menggunakan sistem bunga yang besarnya persentase berdasarkan jumlah uang (modal) yang dipinjamkan. Penentuan dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung. Pembayaran bunga tetap, tanpa melihat untung atau rugi, dan pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat.

Sedangkan bank syariah tidak menggunakan sistem bunga, melainkan sistem bagi hasil. Besarnya dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi. Besarnya berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh, bergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. “Bila merugi, kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak, dan pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan pendapatan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Darmajaya Firmasyah Y Alfian berharap, melalui seminar umum ekonomi syariah, para peserta bisa menambah pengetahuan dan wawasan. Tidak hanya terkait ilmu di dunia, tetapi juga bermanfaat bagi akhirat.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Wisuda Perdana, Universitas Mitra Indonesia Luluskan 671 Wisudawan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Universitas Mitra (Umitra) Indonesia mengadakan wisuda perdana sejak menjadi universitas di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *