Sosialisasi di Lampung, LSF Pilah Film Sesuai Usia Penonton


Ketua LSF Ahmad Yani Basuki | Hertia Tri/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Sensor Film (LSF) mensosialisasikan kebijakan dalam kegiatan Sinkronisasi dan Koordinasi Kebijakan Rencana Pembentukan Perwakilan Lembaga Sensor Film di Ibu Kota Provinsi. Dalam acara tersebut, LSF menyatakan bahwa pihaknya telah memilah film sesuai usia para penonton.

“Kami sudah memilah film sesuai usia penonton,” kata Ketua LSF Ahmad Yani Basuki di Hotel Aston, Bandar Lampung, Kamis, 20/4/2017.

Dia mengatakan, film mempunyai batasan usia untuk ditonton. Karena itu, LSF melakukan sensor terhadap film di Indonesia. “Kami juga sensor film dari luar negeri yang akan tayang di Indonesia,” ujarnya.

Anggota LSF Imam Suhardjo menyatakan, film memiliki tujuan dan fungsi. Pada era globalisasi ini, film bisa menjadi alat penetrasi kebudayaan. Sedangkan fungsi dari perfilman, di antaranya sebagai hiburan, informasi, dan pendidikan. “Orang yang buat film tidak mengedukasi pasti kami tegur,” kata dia.

Baca Jadi Narasumber Soal Film di Lampung, Imam Suhadjo: Film Bisa Jadi Alat Penetrasi Kebudayaan

Laporan Hertia Tri


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *