Omzet Turun Kala Hujan, Pedagang Es Cincau Berusia 86 Tahun ini Tetap Bersyukur


Suwarno, kakek pedagang es cincau di depan RS DKT Bandar Lampung | Hertia Tri Septi / duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Musim hujan mungkin tidak begitu ramah bagi para pedagang es. Salah satu yang merasakan adalah Suwarno, kakek berusia 86 tahun, pedagang es cincau yang biasa mangkal di seberang rumah sakit DKT Bandar Lampung.

Kala hujan turun, dagangan Suwarno tak habis terjual. Jika pada cuaca normal ia bisa mendapatkan omzet hingga Rp100 ribu per hari, saat hujan omzetnya menurun drastis. Bahkan terkadang tak sampai Rp50 ribu meski sudah menambah jam mangkalnya. Namun demikian, ia tetap mensyukuri berapapun hasil yang didapatkannya.

“Kalau lagi hujan ya sepi sekali pembelinya. Dapet duitnya gak sampai Rp50 ribu, tapi ya disyukuri saja, rejekinya segitu,” kata Suwarno kepada duajurai.co Kamis siang, 20/4/2017.

Tetapi, jika cuaca panas, dagangannya pasti ludes terjual. Terlebih di juga sudah punya banyak pelangga. Bahkan terkadang banyak pembeli yang tidak kebagian karena kehabisan.

“Kalau lagi panas atau minimal gak hujan pasti habis terus, Alhamdulilah. Karena saya memang pakai gula aren asli, jadi segarnya alami dan banyak yang suka,” kata ayah lima anak itu.

Es cincau yang dijualnya dibanderol dengan harga Rp5.000 per gelas. Dia menyediakan gelas jika pembeli ingin meminum langsung ditempat, dan menyediakan plastik untuk yang beli dibungkus. “Kalo ada yang mau dibawa pulang juga bisa, harganya sama saja,” imbuhnya. (*)

Laporan Hertia Tri Septi

Baca:Wow..Berusia 86 Tahun, Suwarno Masih Jual Es Cincau di Depan RS DKT Bandar Lampung


Komentar

Komentar

Check Also

Hotel Pertama di Lampung, Radisson Luncurkan Paket Menu Afternoon Tea

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hotel Radisson Lampung meluncurkan paket menu afternoon tea. Radisson merupakan hotel pertama di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *