OPINI ANDI DESFIANDI: Potensi “Creative Tourism” di Lampung, Bukan Sekadar Menjual Objek Wisata (2-habis)


Dr Andi Desfiandi MA | FB Andi Desfiandi

Baca OPINI ANDI DESFIANDI: Potensi “Creative Tourism” di Lampung, Bukan Sekadar Menjual Objek Wisata (1)

SAYA pernah menawarkan konsep pariwisata lain yang lebih efisien, efektif, dan cepat untuk dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu “creative tourism”. Dengan konsep ini kepariwisataan berbasiskan ekonomi kreatif di mana obyek wisata lainnya hanya sebagai pelengkap.

Pemberdayaan ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat setempat baik berupa cendera mata khas, kreasi makanan dan minuman khas daerah atau Nusantara, kreasi budaya dan adat istiadat, musik dan lagu-lagu khas daerah, seni pertunjukan, fashion atau pakaian khas daerah seperti tapis, desain rumah dan kampung khas daerah, parade budaya, pertunjukan film, wisata/ekonomi berbasis teknologi informasi dan subsektor ekonomi kreatif lainnya yang disesuaikan dengan potensi masing-masing desa.

Konsep creative tourism tersebut meliputi, pertama, “what to see” di mana wisatawan melihat atraksi dan kreasi secara langsung dan bisa juga sekaligus dilakukan di objek wisata unggulan masing masing daerah. Namun dalam hal ini yang diperlihatkan bukan objek wisatanya tetapi pertunjukannya seperti kreasi musik, parade budaya, kreasi budaya dan adat istiadat, kreasi pembuatan cendera mata, pembuatan tapis, dan sebagainya.

Kedua, “what to do” di mana wisatawan ikut melakukan kegiatan dan pertunjukan. Misalnya ikut menari, menyanyi, bermain film, menenun, atau membuat panganan khas daerah. Ketiga, “what to buy” di mana wisatawan dengan mudahnya membeli cendera mata, penganan khas, keping CD objek wisata dan kreasi, pakaian khas, dan sebagainya.

Apabila ketiga hal tersebut mampu dilaksanakan dengan baik, maka sudah dapat dipastikan akan memperpanjang “lengt of stay” juga meningkatkan “spending money” para wisatawan.

Kampung Wisata Kreatif

Agar memudahkan pengelolaannya bisa saja kemudian dibentuk kampung-kampung wisata kreatif yang tersebar di Provinsi Lampung. Kampung-kampung tersebut memiliki potensi ekonomi kreatif juga dekat objek wisata alam unggulannya.

Kampung tersebut disesuaikan dengan potensi ekonomi kreatif masing masing daerah. Sebagai akomodasi wisatawan adalah rumah-rumah penduduk yang sudah disiapkan dengan standar minimal kamar-kamar wisata dengan berbagai kelas.

Keunggulan lainnya, Lampung dihuni oleh berbagai macam etnis/suku yang memperkaya potensi wisata kreatif. Berbagai macam adat budaya seperti Lampung, Bali, Jawa, Sunda, Banten, Batak, Padang, Arab, Tiongkok dan lain-lain bisa dibaur dalam sebuah pertunjukan multietnis yang tidak ada di destinasi wisata lainnya di Indonesia

Dengan begitu, pertunjukan budaya dan hasil karya ekonomi kreatif akan sangat unik dan memiliki nilai tambah yang luar biasa. Keterlibatan masyarakat dalam menjalankan kepariwisataan dengan konsep creative tourism ini akan secara langsung didukung seluruh elemen masyarakat. Pasalnya, selain menjadi pelaku kepariwisataan, mereka juga mendapatkan manfaat ekomomi secara langsung.

Ini lah salah satu kelebihan konsep ini. Ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Pariwisata menjadi maju, ekonom kerakyatan ikut maju, desa-desa lebih maju, kearifan lokal/budaya terjaga, ekosistem/lingkungan alam terjaga, ekonomi daerah naik, potensi ekonomi lainnya juga semakin terbuka lebar, lalu investor semakin tertarik berinvestasi di Lampung.

Sambil menunggu seluruh infrastruktur dan sarana prasarana siap, konsep creative tourisme saya kira yang paling layak diimplementasikan di Lampung.

Lampung bukan “harta karun”. Potensi ekonominya sangat luar biasa apabila dikelola dengan baik. Bagi saya, Lampung adalah “mutiara” yang belum ditemukan dan belum diolah dengan baik sehingga seolah belum bernilai. Setelah menjadi mutiara, semua mata di seluruh dunia akan tertuju ke Lampung. Inshaallah.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI ANDI DESFIANDI: Skandal Garuda, Momentum Bersih-Bersih BUMN

DR ANDI DESFIANDI SE MA | Ketua Bidang Ekonomi DPP Bravo Lima SKANDAL Direksi Garuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *