Meteran Listriknya Diblokir Sepihak PLN, Warga Kota Agung Ini Mengadu ke Ombudsman Lampung


Dian Meiliyandi (kiri), warga Kota Agung saat mengadu ke Ombudsman Lampung Rabu siang, 12/4/2017 dan diterima oleh Asisten Ombudsman Lampung Hardian Ruswan | Dokumentasi Dian

BANDAR LAMPUNG, duajurai.coDian Meiliyandi, warga Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, menilai Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lampung bertindak sewenang-wenang karena telah memblokir sepihak nomor meteran pelanggan listrik prabayar di kediamannya. Menyikapi hal tersebut, Dian pada Rabu, 12/4/2017 mengadu ke Ombudsman RI Perwakilan Lampung di Bandar Lampung.

Ia berharap, Ombudsman bisa menindaklanjuti pengaduannya dengan meminta klarifikasi kepada pihak PLN Distribusi Lampung. “Harapan saya, Ombudsman bisa membantu menyelesaikan masalah ini sehingga blokir nomor meteran listrik yang lama di rumah saya bisa dibuka kembali,” katanya kepada duajurai.co via telepon.

Baca Nomor Meteran Listrik Diblokir Sepihak, Dian Meiliyandi: PLN Lampung Sewenang-wenang

Akibat nomor meteran diblokir, Dian tidak bisa mengisi pulsa listrik prabayar di rumahnya. Merespons keluhannya, pihak PLN untuk sementara mengaliri listrik rumah Dian langsung dari tiang listrik. Dia diberi aliran listrik gratis selama proses ini berlangsung.

“Karena malam itu (saat pengaduan pertama) dikhawatirkan pulsa listrik saya habis, petugas PLN langsung menyalurkan listrik sementara dari tiang,” ujarnya.

Dian menduga pemblokiran nomor meteran terjadi sekitar dua pekan lalu dan tanpa pemberitahuan dari pihak PLN Rayon Kota Agung. Ia baru mengetahui nomor meteran listriknya terblokir saat hendak mengisi ulang pulsa listrik prabayar rumahnya pada Rabu pekan lalu, 5/4/2017.

“Waktu itu saya mau mengisi pulsa listrik di rumah karena sudah menipis. Tapi saya bingung ketika nomor meteran listrik saya tak bisa lagi diisi pulsa dengan keterangan sudah diblokir,” tutur alumnus Fakultas Umum Universitas Lampung ini.

Dian menceritakan, awalnya sekitar dua pekan lalu datang ke rumahnya dua orang yang mengaku dari pihak rekanan PLN. “Mereka tidak pakai tanda pengenal. Mereka bilang mau mengganti meteran listrik di rumah. Saya kaget. Saya minta tunggu dulu, karena saya akan mencari informasi ke PLN. Akhirnya, kedua orang itu tak jadi pasang meteran baru di rumah saya,” katanya mengisahkan.

Ketika pekan lalu tidak bisa mengisi pulsa listrik prabayar rumahnya, Dian kemudian melapor ke PLN Rayon Kota Agung. “Petugas di sana menyatakan bahwa rekening listrik saya sudah nomor baru. Jadi tidak bisa masuk (mengisi pulsa) jika masih menggunakan nomor meteran lama. Walaupun meterannya masih terpasang yang lama, nomornya sudah baru,” kata menirukan penjelasan petugas PLN.

Esoknya, Dian mendatangi kembali kantor PLN Kota Agung untuk mengonfirmasi lebih jauh masalah tersebut.  Pihak PLN kemudian menjelaskan bahwa sedang berlangsung program peremajaan meteran listrik pelanggan. Nomor meteran listrik rumahnya sudah berganti menjadi 56607261106 dengan ID pelanggan tetap dengan nomor 1724000180319.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

PT BBJ Salurkan 10 Ton Beras untuk Penanggulangan Covid-19 Lamsel

KALIANDA, duajurai.co – Kepedulian pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 kian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *