Diskusi Literasi Aura Publishing, Sugeng Hariyono Cerita Kisahnya Jadi Pustakawan Keliling


Sugeng Hariyono menceritakan kisahnya menjadi pustakawan keliling di Lampung, Sabtu, 8/4/2017. Kisah itu disampaikannya saat menjadi pembicara diskusi literasi ‘Sinergi dan Kolaborasi Komunitas Taman baca, Penulis, dan Penerbit Lampung’ di halaman Aura Publishing, Jalan Pandawa 1, Kelurahan Korpri Jaya, Sukarame, Kota Bandar Lampung. | Hertia Tri/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sugeng Hariyono, pustakawan keliling, menceritakan kisahnya menjadi pustakawan keliling di Lampung Selatan. Kisah itu disampaikannya saat menjadi pembicara diskusi literasi ‘Sinergi dan Kolaborasi Komunitas Taman baca, Penulis, dan Penerbit Lampung’.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Aura Publishing, Jalan Pandawa 1, Kelurahan Korpri Jaya, Sukarame, Kota Bandar Lampung, Sabtu, 8/4/2017. “Awalnya, saya berkeliling pakai sepeda motor. Bannya berbeda-beda, depan Honda Vario dan belakang Honda GL,” kata dia.

Baca juga Kisah Sepasang Pustakawan Lampung Nikah dengan Mahar Buku

Sugeng mengatakan, ketika pertama kali menjadi pustakawan keliling, banyak orang yang menilai kegiatannya itu tidak berguna. Namun, seiring waktu, orang-orang tak lagi memandang rendah kegiatannya. “Lama-kelamaan mereka bukan tanya ngapain lagi, tapi yang ditanya ada buku baru atau tidak,” ujarnya.

Baca juga Cerita Cinta Pustakawan dan Ironi Kepustakaan di Lampung

Pantauan duajurai.co, selain Sugeng, Aura Publishing juga menghadirkan sejumlah pembicara lain. Mereka di antaranya penulis buku anak-anak Iza Anisa, Agus Riyanto (Griya Baca Kota Metro), dan Komunitas Jendela Lampung. Diskusi yang dihadiri puluhan peserta itu dimoderatori Yoga Pratama, penulis Novel ‘Hujanuari’.(*)

Baca Diskusi Aura Publishing, Iza Anisa Nilai Sedikit Toko Buku Pamerkan Cerita Anak

Laporan Hertia Tri


Komentar

Komentar

Check Also

Arinal Djunaidi Lakukan Groundbreaking Saluran Kabel Laut di Pulau Pahawang

PESAWARAN, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Saluran Kabel Laut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *