Waspada, Modus Penipuan Facebook Catut Nama Kadiskominfotik Lampung Chrisna Putra


MODUS penipuan akun Facebook mengatasnamakan Chrisna Putra | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Modus penipuan via Facebook belum juga hilang. Salah satu modusnya adalah membuat akun abal-abal atas nama pejabat yang dikenal luas masyarakat.

Terbaru, giliran Achmad Chrisna Putra, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Lampung yang jadi korban. Namanya dicatut menjadi nama sebuah akun Facebook yang digunakan untuk meminta pulsa dan sebagainya kepada netizen lain.

Menyikapi kondisi yang bisa merugikan nama baiknya tersebut, lewat akun resmi pribadinya Chrisna Putra, mantan Penjabat Wali Kota Metro ini pada Kamis, 6/4/2017, menyampaikan pengumuman sebagai berikut:

“Selamat pagi rekan-rekan FB. Mohon maaf medsos saya sedang disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang seolah-olah mengatasnamakan saya untuk meminta atau memohon sesuatu kepada rekan-rekan.”

“Untuk itu saya mengimbau untuk tidak melayani permintaan tersebut. Dan akun tersebut sedang dalam pemantauan kami. Hati-hati terhadap upaya penipuan dan pencemaran nama baik. Terima kasih.”

Beberapa waktu terakhir banyak warga Bandar Lampung mengaku nyaris menjadi sasaran penipuan akun Facebook tertentu yang meminta sejumlah uang dengan dalih aneka keperluan. Akun Facebook yang digunakan menggunakan nama tokoh-tokoh publik yang cukup dikenal luas atau memiliki jabatan penting di pemerintahan maupun partai politik.

Hampir dipastikan, seperti yang sudah-sudah, akun tersebut abal-abal, atau akun asli yang diretas. Catatan duajurai.co, figur publik yang namanya pernah dicatut penipu di Facebook antara lain Sekretaris Provinsi Lampung Sutono, politikus senior Partai Golkar Riza Mirhadi, dan staf kepresidenan Beathor Suryadi.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Saksi Sidang Korupsi PU-PR Lamsel, Nanang: Saya Hanya Ikuti Perintah Zainudin

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang kembali menggelar sidang dugaan korupsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *