Rapat di Komisi III DPR, Dewi Sartika Tak Buka Kasus Sinta Melyati-Gubernur Lampung


Dewi Sartika, pimpinan Kantor Hukum DSA & Partners, mantan kuasa hukum Sinta Melyati | dsalawoffice.com

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dewi Sartika, pimpinan Kantor Hukum DSA & Partners, memenuhi undangan rapat dengar pendapat (hearing) di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 5/4/2017. Agenda rapat, meminta klarifikasi Dewi ihwal pencabutan laporan Sinta Melyati, mantan kliennya, terkait Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

Dewi mengatakan, dalam hearing tersebut, pihaknya tidak membuka kasus Sinta dan Ridho. Alasannya, dia kini tak lagi kuasa hukum Sinta. “Kalau mau, saya bisa buka (kasus Sinta-Ridho) di sana (Komisi III DPR) tadi, karena saya pegang data-datanya. Saya bukan orang bodoh yang maju tanpa data. Tapi, kan panggilan tadi hanya untuk klarifikasi atas pencabutan laporan Sinta,” kata Dewi kepada duajurai.co di Bandar Lampung via telepon.

Pemegang gelar master hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu melanjutkan, pihaknya tidak mengetahui alasan Sinta mencabut laporan di Komisi III DPR. Sebab, mantan kliennya itu tidak berkoordinasi. “Kami (DSA dan Sinta) kan hubungan keperdataan. Tak bisa dia memperlakukan pengacara semau-maunya. Kami kan ada perjanjian, dan ada prosedur kalau mau cabut kuasa. Memang cabut kuasa itu bisa dilakukan secara lisan, tapi kan kami ada perjanjian lain. Perjanjian itu kan ada lex specialis-nya yang harus dipenuhi. Jadi, tak bisa semau dia,” ujarnya.

Sinta Melyati mencabut laporan di Komisi III DPR pada 7 Maret lalu. Dalam dokumen yang diperoleh duajurai.co, surat pencabutan laporan Sinta terdiri dari tiga poin. Pertama, wanita kelahiran Krui, 26 Mei 1991 itu menyatakan tidak pernah meminta Dewi Sartika (Kantor Hukum DSA & Partners) untuk membuat laporan atau pengaduan ke Komisi IIl DPR RI. Poin kedua, Sinta mencabut kuasa terhadap Dewi Sartika dan rekan pada 30 Januari 2017. Dan poin ketiga, Sinta menilai laporan tersebut dapat menistakan Ridho Ficardo.(*)

Baca juga Hadiri Hearing Soal Sinta Melyati, Dewi Sartika: Saya dan DPR Jadi Alat Negosiasi

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Saksi Sidang Korupsi PU-PR Lamsel, Nanang: Saya Hanya Ikuti Perintah Zainudin

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang kembali menggelar sidang dugaan korupsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *