Bahas Perfilman Lampung, Kafe Juwe Undang Arman AZ-Dede Safara Wijaya


Dari kiri ke kanan: Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah, Dede Safara Wijaya, dan Arman AZ, foto bersama seusai acara Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Bandar Lampung, Jumat, 31/3/2017. | Rudi Sabli/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dua sineas Lampung, Arman AZ dan Dede Safara Wijaya, menjadi narasumber Kafe Juwe di studio Radio Andalas 102,7 FM, Bandar Lampung, Jumat, 31/3/2017. Keduanya diundang untuk membahas geliat perfilman Lampung, khususnya dalam momentum Hari Film Nasional 30 Maret 2017.

Dalam talkshow yang dipandu Pemimpin Redaksi duajurai.co Juwendra Asdiasnyah ini terungkap, berbagai pihak di Lampung seharusnya bisa merawat, menjaga dan mengembangkan pengrajin tradisional Tapis. Dengan demikian, pengrajin Tapis tradisional masih punya tempat tersendiri di masyarakat di tengah maraknya Tapis-Tapis modern.

Arman dan Dede sepakat, Tapis sebagai kekayaan tradisi-budaya luhur Lampung perlu terus didekatkan kepada masyarakat sehingga membudaya. Dalam konteks itu, Arman dan Dede baru saja menelurkan film pendek berjudul ‘Sinjang Tapis’.

Film ini berkisah tentang upaya merawat Tapis sebagai tradisi dan kekayaan budaya Lampung yang mulai tergerus oleh geliat kemajuan zaman dan kerasnya realitas kegidupan. Film berdurasi 20 menit itu menceritakan keteguhan sekaligus kegalauan tokoh sentral Mak nur, wanita paruh baya, penenun Tapis di Kelurahan Gedung Nyapah, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Lampung Utara.

Dalam menggarap film tersbet, Dede yang merupakan alumnus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) bertindak sebagai sutradara. Sedangkan Arman AZ selaku periset, penyusun-penulis naskah, dan skenario.

Di luar itu, keduanya dikenal sebagai sineas dan budayawan mumpuni di Lampung. Dede yang merupakan anak wartawan senior Bambang Eka Wijaya merupakan sosok di balik sejumlah film indie di Lampung, sekaligus mentor banyak sineas muda Bumi Ruwa Jurai. Sementara Arman, selama hampir 20 tahun berkiprah sebagai cerpenis, esais, penyair, penulis cerita-skenario film, serta periset kekayaan khazanah seni, budaya, tradisi dan sejarah Lampung.(*)

Baca juga Dosen, Wartawan, Seniman, Budayawan Lampung “Tumplek” Nonton Film “Sinjang Tapis”

Laporan Rudi Sabli


Komentar

Komentar

Check Also

Hari Pertama, UKMBS Universitas Lampung Sukses Pentaskan Teater-Tari “Lear”

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hari pertama pemetasan teater-tari “Lear” oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *