Walhi Lampung: Kayu Bukti Penebangan Liar di Pesisir Barat Bisa Dijual


DIREKTUR Walhi Lampung Hendrawan (berdiri) memberi sambutan pada diskusi dan ekspose kejahatan lingkungan HTR di Hotel Whizprime, Bandar Lampung, Jumat, 24/3/2016. Dalam sambutannya, Hendrawan mendorong penegakan hukum di Pesisir Barat karena kayu yang menjadi bukti pembalakan liar di sana bisa dijual kendati dalam proses hukum. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung mendorong penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan terkait hutan tanaman rakyat (HTR) di Kabupaten Pesisir Barat. Berdasar investigasi Walhi, kayu yang merupakan bukti penebangan liar (ilegal logging) di wilayah tersebut bisa dijual.

“Kayu yang menjadi bukti penebangan liar di lokasi justru bergerak. Kami agak terenyuh, karena proses hukumnya sedang berjalan, tapi kayunya bisa dijual,” kata Direktur Walhi Lampung Hendrawan saat memberi sambutan pada diskusi dan ekspose kejahatan lingkungan HTR di Ruang Kirana Lantai II Hotel Whizprime, Bandar Lampung, Jumat, 24/3/2016.

Dia mengatakan, perlu mengeevaluasi Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Rakyat dalam Hutan Tanaman (lUPHHK-HTR). Kemudian, melihat sejauh mana implementasi pelaksanaan program HTR di Pesisir Barat. “Kami melihat praktik-praktik jahat koperasi di sana,” ujarnya.

Pantauan duajurai.co, acara dibuka Kepala Dinas Kehutanan Lampung Syaiful Bachri. Hadir dalam kegiatan tersebut, Warsito dari Pokja Perhutanan Sosial, Mingrum Gumay dari Komisi II DPRD Provinsi Lampung, dan akademisi Unila Wahyu Sasongko. Kemudian, perwakilan Masyarakat Lampung, perwakilan dari WWF, LBH Bandar Lampung, Wanacala, Kawan Tani, Watala, YKWS, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, serta sejumlah wartawan.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *