OPINI HANDRIE KURNIAWAN: Menakar Peluang PKS pada Pilgub Lampung 2018 (1)


Handrie Kurniawan | facebook

Handrie Kurniawan | Kader PKS, alumni Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung

KONDISI politik jelang pemilu kepala daerah atau Pilgub Lampung 2018 mulai menghangat. Saat ini, beberapa partai sedang menjajaki arah koalisi. PDI Perjuangan sebagai partai pemilik 17 kursi di DPRD Lampung menjadi daya tarik tersendiri bagi bakal calon gubernur yang ingin mencari dukungan dari partai politik. Dengan 17 kursi, hanya PDIP yang memenuhi prasyarat dukungan tanpa koalisi.

Kekuatan lainnya yaitu Partai Demokrat, partai gubernur incumbent M Ridho Ficardo. Meskipun memerlukan koalisi karena masih membutuhkan tujuh kursi lagi untuk bisa mengusung, nampaknya magnet incumbent cukup menarik untuk partai-partai menjadi mitra koalisinya.

Mencermati konsolidasi sejumlah partai politik beberapa waktu terakhir, termasuk pergantian ketua di Partai Golkar dan PAN, tampak indikasi adanya konsolidasi di tingkat elite untuk mengusung kembali incumbent sebagai gubernur. Sedangkan partai-partai lain seperti PKS, Gerindra, PPP, PKB, dan Hanura nampaknya cenderung akan mendukung dua poros di atas (PDIP dan Demokrat), atau membuat koalisi baru. Namun demikian, jika pun terbentuk koalisi baru, tampaknya kecil kemungkinan terdapat lebih tiga pasangan calon.

Peluang PKS

Khusus PKS, bagaimanakah peluangnya di Pilkada 2018 ini? Menarik untuk dicermati, bahwa PKS Lampung nampaknya punya tugas berat memunculkan sosok kadernya di eksekutif. Pasalnya, sampai saat ini tidak ada satu pun kader PKS di Lampung yang muncul sebagai pejabat eksekutif, baik di kota/kabupaten maupun di provinsi.

Partai yang berbasis kader ini sebenarnya tidak diragukan oleh lawan-lawan politiknya dalam kontestasi pemilu. Konsolidasi kader yang solid menjadi modal bagi PKS pada setiap pemilu.

Berdasarkan konstelasi politik pada 2014 lalu, PKS Lampung menempati posisi kelima dari 15 partai yang ikut dalam Pemilu Legislatif untuk duduk di DPRD Lampung. Partai “bulan sabit” ini berhasil meraih 391.226 suara, dan meraih delapan kursi di tengah badai Kasus Impor sapi sebelum Pemilu 2014. Raihan ini justru meningkat dibandingkan Pemilu 2009, di mana PKS memperoleh 302.835 suara. Saat itu, PKS mendapatkan tujuh Kursi DPRD.

Saat ini, dari hasil jaring Internal, beredar banyak nama yang masuk dalam radar Dewan Pimpinan Pusat maupun Dewan Pimpinan Wilayah PKS, di antaranya adalah Gubernur Incumbent Ridho Ficardo, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, Bupati Lampung Tengah Mustafa, hingga anggota DPR RI Almuzzammil Yusuf. Terlepas dari mekanisme penjaringan internal maupun spekulasi yang berkembang, penulis menilai dalam Pilkada Lampung 2018 PKS mendapatkan perhatian khusus dari partai politik lainnya. Lebih khusus dengan tampilnya beberapa kader internal PKS yang dimunculkan pada Pilgub Lampung 2018.

Ada beberapa hal utama yang mestinya dijadikan hal yang serius untuk menguatkan positioning PKS Lampung dalam Pilgub 2018. Pertama, kekuatan dan soliditas basis massa internal partai yang sudah diakui selama ini. Hal ini juga tercatat dari perkembangan suara pemilih PKS Lampung sejak 2004, 2009, hingga 2014 untuk dijadikan modal dasar pemenangan pemilu gubernur.

Kedua, PKS harus mampu memberikan efek kejut, khususnya terkait calon yang berasal dari internal partai. Jika calon yang dimunculkan tidak mudah dijual dan tidak memiliki efek kejut maka pilihan untuk bergabung dengan incumbent atau calon yang bermodal elektabilitas besar saat ini, adalah pilihan terbaik.(bersambung)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top