OPINI HANDRIE KURNIAWAN: Menakar Peluang PKS pada Pilgub Lampung 2018 (2-habis)


KETUA DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim didampingi Ketua Wilayah Sumbagsel Gufron Aziz Fuadi memberi keterangan kepada wartawan dalam acara Rakorwil PKS Lampung. PKS memutuskan mengusung Almuzzammil Yusuf dalam Pilgub Lampung 2018  | ist

Baca OPINI HANDRIE KURNIAWAN: Menakar Peluang PKS pada Pilgub Lampung 2018 (1)

PKS adalah salah satu partai pengusung incumbent pada pilgub lalu. PKS juga menjadi motor pemenangan bagi Ridho Ficardo-Bachtiar Basri pada waktu itu. Pilihan PKS untuk kembali mengusung incumbent tetap terbuka lebar. Persoalannya adalah untuk menjadikan kader internal menjadi pendamping incumbent nampaknya peluang kecil.

Konsolidasi incumbent kepada beberapa partai lain tidak menjadikan PKS punya cukup kekuatan untuk menegosiasikan calon wakil gubernur. Kecenderungan incumbent untuk kembali memilih calon wakil berlatar belakang birokrat juga lebih menonjol guna mem-backup kerja-kerjanya di pemerintahan.

Seiring perjalanan, tampaknya harapan di tingkat kader PKS terhadap kinerja dan dampak program incumbent tidak sepenuhnya terpenuhi. Sehingga wajar jika secara internal muncul usulan nama-nama lain untuk menggantikan gubernur saat ini.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN dan Bupati Lampung Tengah Mustafa nampaknya menjadi calon pilihan alternatif yang populer selain incumbent. Melihat kinerja keduanya selaku kepala daerah dinilai cukup memberikan efek perubahan dan berhasil.

Herman HN tercatat sebagai kader PDIP dan perahu PDIP menjadi pilihan pertama untuknya mendapatkan rekomendasi. Namun demikian tetap tidak ada jaminan rekomendasi PDIP jatuh ke Herman seperti terjadi pada pilgub sebelumnya.

Di sisi lain, Mustafa sebagai Ketua Wilayah Lampung Partai NasDem tampaknya lebih punya kemungkinan untuk mendapatkan rekomendasi DPP NasDem. Itu pun tetap tak cukup. Karena jika NasDem dan PKS berkoalisi, tetap membutuhkan kursi tambahan.

Bagi PKS saat ini, berkoalisi dengan PDIP dan NasDem akan memberikan kekuatan lebih besar untuk menegoisasikan posisi wakil. Walaupun hal itu akan menjadi negosiasi yang alot karena sangat tergantung kepada sosok dan kontribusi apa yang dapat ditawarkan oleh PKS.

Peluang yang lain adalah berkoalisi dengan Gerindra. PKS dan Gerindra yang berkoalisi di tingkat pusat berpeluang besar untuk berkoalisi di Pilgub Lampung 2018 dan menjadi bandul baru selain PDIP dan Partai Demokrat.

Koalisi ini paling berpeluang untuk memunculkan kader PKS sebagai calon gubernur atau wakil gubernur. Koalisi ini akan menjadi kuat dan mudah dikampanyekan jika memunculkan sosok calon yang memiliki efek kejut dengan kapasitas dan modal politik, serta nilai jual. Melawan incumbent pada Pilgub 2018 adalah sesuatu yang cukup sulit jika berkaca dari Pilgub 2014.

Akhirnya, apa pun pilihan PKS sangat dipengaruhi hasil bacaan para pemegang kebijakan di partai ini. Tapi tak salah kiranya kita berharap PKS tidak hanya fokus dengan politik transaksional. Pembangunan mekanisme politik juga haurs dibangun atas perbincangan serius dengan melakukan transaksi gagasan dan kesamaan program sehingga cita-cita pemerintahan yang bersih, kuat, dan demokratis dapat terwujud.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top