Kris Suyanto: Teknologi Jaring Laba-Laba Cocok untuk Jalan di Lampung


Kris Suyanto, Direktur Utama PT Katama Suryabumi | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Salah satu sorotan terhadap kondisi infrastruktur di Provinsi Lampung adalah buruknya kualitas jalan. Jalan rusak dengan mudah ditemui di Bumi Ruwa Jurai.

Saat ini, sejatinya sudah ada teknologi terbarukan yang cocok untuk jalan di Provinsi Lampung. Teknologi dimaksud adalah Jaring Laba-Laba (JLL/Jalla) yang secara teknis bisa diterapkan di jalan dengan tanah ekspansi, lunak, dan gambut.

“Di Lampung, kondisi tanahnya di samping rawan gempa juga tanah ekspansi, yakni tanah bergerak. Lalu, tanah lunak dan tanah gambut. Jadi, teknologi jaring laba-laba sangat cocok untuk jalan di Lampung,” kata Kris Suyanto, Direktur Utama PT Katama Suryabumi, pemegang hak paten JLL, kepada duajurai.co di Bandar Lampung, Sabtu, 11/3/2017.

Dia mengatakan, JLL berbeda dengan teknologi pembangunan jalan konvensional.  Teknologi JLL sudah teruji di Trans Jawa, Pantura ruas Brojonegoro. Di kawasan tersebut, selama sembilan tahun tak ada pemeliharaan, namun kondisi jalan tetap mantap. Kemudian, di Dumai, Riau, di atas tanah gambut sudah bertahan sekitar tujuh tahun juga tak ada biaya pemeliharaan yang dikeluarkan.

Kris melanjutkan, di Pontianak, Kalimantan Barat, bahkan lebih lama, yakni sembilan tahun. Juga tak ada maintanance. Termasuk juga di lapangan terbang Tarakan yang hingga kini tak ada masalah.

“Memang harganya sedikit lebih mahal jika dibanding yang konvensional, yang jalannya cepat hancur. Jaring laba-laba ini mungkin harganya sekitar 1,5 kali di atasnya. Tapi, kan umur jalannya bisa sampai 10 tahun,” ujarnya.

Dia menambahkan, di Lampung memang belum ada jalan yang memakai teknologi JLL. Kemungkinan karena harganya yang sedikit lebih mahal. Sehingga, untuk membangun jalan dengan teknologi ini mesti mengeluarkan anggaran ekstra.

“Harusnya pemerintah berpikir ke depan. Sehingga, dana yang ada dipakai untuk membangun jalan baru lagi. Ya harus diperkuat pembangunan jalannya yang sekarang,” kata Kris.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Akkopsi: Banyak Penduduknya, Lamsel ODF karena Strong Leadership

NATAR, duajurai.co – Direktur Eksekutif Aliansi Kabupaten dan Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) Josrizal Zain mengapresiasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *