Alasan Mulyono ‘Sulap’ Pohon Tumbang di Polda Lampung Jadi Patung Naga


Mulyono, pengrajin kayu, memperlihatkan karyanya berupa patung naga, kemarin. Patung naga itu terbuat dari pohon yang tumbang di depan Markas Polda Lampung, tahun lalu. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengrajin kayu ukir bernama Mulyono ‘menyulap’ Pohon Trembesi yang tumbang di depan Markas Polda Lampung menjadi patung naga berukuran besar. Lalu, apa alasan Mulyono mengubah batang kayu tua itu menjadi benda bernilai seni?

“Naga itu simbol pengabdian. Namanya Naga Langit. Pengabdian itu tanpa pamrih. Ia usianya yang sekitar dua ratusan tahun, pohon itu roboh sendiri. Artinya, pengabdiannya sudah paripurna,” kata Mulyono saat ditemui di Galeri Randu Mas, Jalan Cendana Nomor 27 Tanjung Senang, Bandar Lampung, kemarin.

Dia mengatakan, batang pohon yang diukirnya menjadi naga memang menggambarkan wajah naga yang garang dan berwibawa. Namun, tetap tersenyum. “Naga ini punya bentuk dan tekstur yang unik dan cantik. Naga itu dewa siluman, tapi mengabdi kepada raja yang bijaksana. Intinya, mengabdi kepada masyarakat banyak,” ujarnya.

Ayah dua anak itu menambahkan, tujuannya membuat patung naga dari kayu agar kayu bersejarah itu tak sekadar menjadi kayu. Tetapi, memiliki nilai seni dan dapat dinikmati semua orang. “Saya bukan seniman, saya hanya mau menghargai waktu dengan baik,” kata Mulyono.(*)

Baca juga Pohon Tumbang di Polda Lampung Disulap Jadi Patung Naga

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Sabtu Malam, AYA Dance Theater Belanda Tampilkan “VEIL” di DKL PKOR Way Halim

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kedutaan Besar Belanda melalui Erasmus Huis, kembali melakukan lawatan kesenian ke Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *