Silsilah Radin Intan II Versi Gamolan Institute Lampung


GAMOLAN Institute Lampung (GIL) menggelar konferensi pers di Rumah Makan Cikwo, Rabu, 1/3/2017. Dalam jumpa pers itu, GIL mengusulkan memperbaiki penulisan nama Radin Inten II menjadi Radin Intan II, baik bandara, jalan, maupun perguruan tinggi. | Hertia Tri/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gamolan Institute Lampung (GIL) mengusulkan perbaikan nama Radin Inten II menjadi Radin Intan II. Menurut lembaga tersebut, selama ini, terjadi kekeliruan dalam penulisan nama Radin Inten.

Andi Wijaya dari GIL mengatakan, Radin Intan II merupakan putra dari Radin Imba Kesuma II dan cucu dari Radin Intan I. “Radin Intan II tidak pernah mengenal ayah kandungnya. Tapi, ibunya selalu menceritakan perjuangan ayahnya hingga dinobatkan sebagai raja,” kata Andi saat konferensi pers di Rumah Makan Cikwo, Jalan Skala Brak Pakis Kawat, Enggal, Kota Bandar Lampung, Rabu, 1/3/2017.

Menurutnya, Radin Intan II berasal dari salah satu daerah di Lampung Selatan. Dia menjadi raja pada usia remaja, yakni 16 tahun. Radin Intan II tewas karena dikhianati Radin Ngerapat yang bekerja sama dengan Belanda. “Radin Intan II tewas dalam usia 22 tahun,” ujar Andi.

Sebelumnya, GIL meminta pemerintah segera memperbaiki penulisan nama Bandara Radin Inten II menjadi Radin Intan II. Berdasar hasil riset GIL, nama yang benar adalah Radin Intan, bukan Radin Inten. “Kami sudah mengunjungi keluarga Radin Intan II dari Keratuan Darah Putih. Hasilnya, Keratuan Darah Putih meminta untuk memperjelas nama Radin Intan II,” kata Penasihat GIL Hasyimkan.(*)

Baca juga Usul Perbaiki Nama Radin Inten, Gamolan Institute Lampung Tempuh Prosedur Etika

Laporan Hertia Tri


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *