Direlokasi ke Gedung, Penghasilan Pedagang di Terminal Rajabasa Lampung Turun Drastis


PEDAGANG di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, sedang menunggu pembeli pada Selasa, 28/2/2017. Pedagang mengaku penghasilannya turun drastis sejak direlokasi ke dalam gedung. | Hertia Tri/duajurai.co

Bandar Lampung, duajurai.co –  Pedagang di kawasan Terminal Induk Rajabasa, Bandar Lampung, mengeluhkan relokasi ke dalam gedung. Pasalnya, penghasilan mereka turun drastis sejak berdagang di dalam gedung.

“Setelah penertiban, pendapatan kami beda jauh dari sebelumnya,” kata Kancil (60), salah satu pedagang, Selasa, 28/2/2017.

Hal serupa datang dari Ali (52), pedagang lainnya. Dia mengatakan, penertiban yang dilakukan pemerintah merugikan pedagang. Sebab, dagangan mereka kurang laris sejak direlokasi ke dalam gedung. “Miris, banyak barang yang tidak laku karena sekarang tak ada pembeli,” ujarnya.

Pun demikian dengan Humaida (49). Perempuan itu juga mengeluhkan relokasi. Dia dan para pedagang lainnya tak berani melawan karena kini terminal dikelola Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Bayangkan saja, saya kemarin berjualan hingga begadang cuma dapat Rp25 ribu,” kata dia.

Laporan Hertia Tri


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *