Cegah JTTS Bikin Bakauheni Macet Parah, Andi Surya: Bangun Jembatan Selat Sunda


Anggota DPD Andi Surya | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co — Aggota DPD RI asal Lampung Andi Surya memprediksi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di ruas wilayah Lampung akan mengakibatkan kemacetan luar biasa di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, juga Pelabuhan Merak, Banten. Ini sebagai akibat penambahan signifikan volume lalu lintas di ujung Pulau Sumatera dan Pulau Jawa tersebut seiring beroperasinya tol tersebut kelak.

Mencegah kondisi tersebut, Andi mengusulkan agar pemerintah menggagas kembali upaya membangun Jembatan Selat Sunda (JSS). Ide ini pernah diajukan oleh pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono namun dihentikan pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Andi Surya: Tol Sumatera Beroperasi, Bakauheni-Merak Bakal Jadi “Neraka”

“Dengan perkembangan signifikan lalu lintas sebagai imbas kehadiran JTTS, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan 5 sampai 10 pelabuhan penyeberangan. Solusi paling memungkinkan adalah menggagas kembali upaya membangun Jembatan Selat Sunda,” ujar Andi Surya dalam rilisnya kepada duajurai.co, Selasa, 28/2/2017.

Andi meneruskan, Presiden Jokowi menghentikan wacana JSS lalu menggulirkan program tol laut dengan alasan pemerataan pembangunan kawasan barat dan timur Indonesia. Ia menilai, ini bentuk kekeliruan dalam mindset pembangunan nasional. Untuk membangun wilayah timur, tidak harus menghentikan dinamika pertumbuhan di wilayah Barat.

“Saya sudah pernah mengitung biaya jembatan ini bersama Kementerian Bappenas saat dipimpin Adrinov Chaniago. Biaya (pembangunan JSS) diprediksi sebesar Rp200 trilun. Pemerintah hanya mengeluarkan dana 10%, lainnya dibiaya oleh konsorsium swasta. Saat itu Provinsi Banten dan Lampung sudah menyetujui dan mengeluarkan rekomendasi, bahkan sudah dibentuk perusahaan-perusahaan daerah yang akan menopang konsorsium ini,” urainya.

Andi mengatakan, 10% untuk JSS atauRp20 triliun, merupakan angka yang relatif kecil bagi pemerintah jika membandingkannya dengan APBN yang sebesar Rp 2.000-an triliun. Karena itu, sudah seharusnya pemerintah pusat mewujudkan proyek ini.

Apalagi, JSS bukan hanya menjadi impian masyarakat Lampung dan Banten, namun merupakan aspirasi penduduk Sumatera dan Jawa yang notabene penghuni terbesar Indonesia. “Adanya JSS sekaligus sebagai upaya pemecahan masalah arus lalu lintas pascadibangunnya Tol Sumatera. Jika Jokowi dapat me-review dan menetapkan kembali rencana megaproyek JSS tentu akan dicatat dalam sejarah bangsa ini sebagai sebuah mahakarya pemerintahan Jokowi-JK,, tandas Andi.

Di wilayah Provinsi Lampung, ruas JTTS mencapai panjang sekitar 140 kilometer mulai dari Bakauheni di Lampung Selatan hingga perbatasan Sumatera Selatan. Saat ini konektivitas Sumatera-Jawa hanya dilayani 5 pelabuhan penyeberangan di Bakauheni dan Merak, dari 10 pelabuhan penyeberangan yang menjadi rencana Kementerian Bappenas.

Ia mengatakan, di ssatu sisi pemerintah tengah giat mengejar target pembangunan JTTS pada 2018 untuk menyambut SEA Games 2018 di Palembang, Sumsel. Di lain sisi, pemerintah belum memikirkan konsekuensi dari kehadiran tol ini di ujung Sumatera di mana memungkinkan terjadinya ‘bottle neck‘ berkilo-kilo meter.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *