Soal Banjir, Pemkot Bandar Lampung Diminta Kaji Ulang Kebijakan Pembangunan


SEJUMLAH pengendara menerobos banjir di Jalan RE Martadinata, Telukbetung Timur, Bandar Lampung, Selasa lalu, 21/2/2017. Banjir di kawasan tersebut akibat hujan sepanjang malam. | Imelda Astari/duajurai.co

Bandar Lampung, duajurai.co – Lembaga Studi Advokasi Kebijakan (L-SAKA) Lampung meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengkaji ulang kebijakan pembangunan. Hal ini terkait banjir yang melanda sejumlah wilayah setempat, kemarin.

“Pemkot Bandar Lampung harus mengkaji ulang persoalan kebijakan pembangunan kota yang berwawasan lingkungan berdasarkan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). (Hal itu), sesuai dengan Permen Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 tentang Jenis dan Rencana Pembangunan Proyek yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup,” kata Direktur L-SAKA Lampung Mursyid Arifin dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, malam tadi.

Dia mengatakan, kaji ulang kebijakan pembangunan bisa dimulai dari normalisasi sungai untuk mengoptimalkan fungsi aliran air menuju muara teluk Lampung. Kemudian, memperbaiki  sistem drainase agar terintegrasi dengan baik. Sehingga, dapat menampung dan mengalirkan air ke sungai, serta menjaga kawasan terbuka hijau sebagai daerah resapan air dari pembangunan pemukiman warga.

Selain itu, pembangunan infrastuktur pendukung, maupun kepentingan swasta. Lalu, pengawasan ketat terhadap pengerukan batu di bukit-bukit perkotaan. Sedangkan untuk wilayah sepanjang garis pantai teluk Lampung, sebaiknya dilakukan penataan secara teliti dan serius. “Terlebih adanya proyek reklamasi akan menambah risiko banjir air laut (rob) di kawasan tersebut,” ujarnya.

Mursyid menambahkan, perlu sistem perencanaan strategis transformatif dalam rangka penyusunan kebijakan di Kota Bandar Lampung. Sebab, hal tersebut akan membantu proses perencanaan dan pengevaluasian kebijakan pembangunan sesuai kapasitas. “Pemkot Bandar Lampung sebaiknya segera melakukan tindakan lanjutan mengenai hal ini. Terlebih masih banyak proyek pembangunan pada tahun selanjutnya yang akan terus menggerus lahan untuk bangunan fisik,” kata dia.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top