Hari Ini, Kafe Juwe Bahas Pilkada di Lampung dan Quick Count


Dari kiri ke kanan: Ketua PKS Lampung Ahmad Mufti Salim, Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah, pengamat politik Robi Cahyadi, dan Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto foto bersama usai program Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Bandar Lampung, Jumat, 17/2/2017. | Imelda Astari/duajurai.co

Bandar Lampung, duajurai.co – Kafe Juwe kembali mengudara di Radio Andalas 102,7 FM, Jumat, 17/2/2017. Kali ini, talkshow yang dipandu Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah itu membahas “Serunya Pilkada dan Riuh Rendah Hasil Hitung Cepat (Quick Count)”.

Dalam talkshow tersebut, Kafe Juwe menghadirkan tiga pembicara. Mereka adalah Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung Ahmad Mufti Salim, dan pengamat politik dari Universitas Lampung (Unila) Robi Cahyadi Kurniawan.

Pada diskusi yang tampak santai itu, Juwendra bertanya kepada Robi mengenai Pilkada di Tulangbawang Barat. Sebab, pilkada di sana menyentak publik dengan angka partisipasi pemilih yang di luar prediksi.

“Partisipasi pemilih di Tulangbawang Barat mencapai 88%. Ini kejutan. Sebab, saya memprediksi partisipasi pemilih di sana sekitar 60%-70%. Apa yang terjadi di Tulangbawang Barat disebut anomali pilkada, kalau memang betul hasil (quick count) Rakata Institute sama dengan hasil KPU,” kata Robi.

Selain Tulangbawang Barat, lanjut dia, kejutan lain datang dari Tulangbawang. Berdasar hitung cepat Rakata, pasangan petahana Hanan A Rozak-Heri Wardoyo kalah dari pasangan Winarti-Hendriwansyah. Padahal, Hanan-Heri mendapat dukungan delapan partai di parlemen, yakni PPP, Gerindra, Hanura, Golkar, PKS, NasDem, Demokrat, dan PKB.

“Kalahnya petahana ini, menurut saya, mungkin kinerja tidak maksimal. Sehingga, (kekalahan) ini mungkin bentuk penghukuman masyarakat terhadap bupati dan wakilnya yang dinilai tak berhasil. Kinerja mesin partai Winarti-Hendri yang hanya dua, yakni PDIP dan PAN, justru lebih efektif. Peta politik di sana juga jadi bergeser dengan hasil hitung cepat Rakata,” ujarnya.

Baca juga Petahana Kalah di Tuba Versi QC, Robi Cahyadi: Mesin Partai Tak Maksimal

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Inilah 7 Komisioner KPU Lampung Terpilih Periode 2019-2024

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan 11 nama menjadi calon komisioner KPU Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *