Ditreskrimsus Polda Lampung Ungkap Kasus Spare Part Sepeda Motor Abal-Abal Bernilai Rp500 Juta


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih melihat spare part abal-abal di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Bandar Lampung, Selasa, 14/2/2017. | Ist

Bandar Lampung – Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengungkap kasus peredaran spare part sepeda motor abal-abal alias palsu. Tersangka berinisial RJP (35) dibekuk di rumahnya, Jalan Yos Sudarso Nomor 15 Sukaraja, Bumi Waras, Bandar Lampung pada 21/1/2017 lalu.

Menurut Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus AKBP Budiman Sulaksono, RJP diduga kuat pemain besar. Polisi mengamankan puluhan ribu spare part palsu dari rumah tersangka ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Klas I Bandar Lampung.

Spare part tersebut asal China. Masuk Indonesia lewat pelabuhan di Jawa. Masuk ke Lampung tanpa merk dan kemasan. Oleh pelaku, spare part itu dikemas dengan kemasan asli berlabel merk terkenal antara lain Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki, ” kata dia melalui rilisnya, Selasa, 14/2/2017.

Setelah dikemas ulang, spare part abal-abal tersebut disebar ke seluruh wilayah Lampung, termasuk ke luar provinsi ini. Spare part tersebut diduga kuat merupakan barang selundupan.

“Saat ditangkap, pelaku sedang mengemas ulang spare part palsu tersebut. Dari pengakuannya, tersangka sudah berbisnis sejak awal 2016. Di rumahnya ada ruangan besar seperti gudang sekaligus jadi lokasi dia mengemas ulang sparepart itu. Perlengkapannya tergolong komplit,” jelas Budiman.

“Besar kerugian belum selesai dihitung. Pengakuan tersangka, dia bisa dapat untung minimal 10% dari modal. Sementara nilai barang yang kami sita sudah lebih Rp500 juta. Kami masih mengembangkan ke pemasok spare part tersebut,” imbuhnya.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Peluru Kenai Mahasiswa UBL, Pemilik Senpi Anggota Polres Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Insiden senjata api (senpi) meletus di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL) melibatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *