Cara Masak Nasi yang Benar dan Sehat Versi Sains


Ilustrasi memasak nasi | ist

Bandar Lampung – Banyak orang menggunakan metode memasak nasi dengan cara langsung memasaknya dalam magic jar atau direbus lalu dikukus dengan dandang. Namun, sains menyebtkan ada cara memasak nasi yang benar dan aman bagi kesehatan.

Mengutip laman CNN Indonesia, Sabtu, 11/2/2017, Andy Meharg, profesor biologi di Queens University Belfast, mengatakan, langsung memasak nasi dari beras dapat berbahaya bagi kesehatan.

Dalam sebuah percobaan Meharg yang ditayangkan salah satu televisi di Inggris mengungkapkan bahwa langsung memasak nasi dari beras yang hanya dicuci sekali dapat menghasilkan arsenik. Arsenik tersebut berasal dari limbah industri atau pestisida yang digunakan oleh produsen atau petani untuk mengusir hama padi.

Meharg memeragakan tiga cara dalam memasak nasi. Pada percobaan pertama, Meharg menggunakan rasio dua berbanding satu untuk beras dan air rebusan. Ilmuwan tersebut kemudian merebus air hingga habis, cara awam yang biasa digunakan saat memasak nasi. Namun, dia menemukan endapan arsenik pada nasi yang sudah matang.

Lalu, dia menjalankan percobaan kedua, yaitu dengan perbandingan satu berbanding lima untuk beras dan nasi. Dalam percobaan yang melimpah air rebusan ini, Meharg menemukan arsenik berkurang 50%. Pada percobaan ke-tiga, Meharg menggunakan beras yang sudah direndam semalam dan merebusnya dengan rasio satu berbanding lima seperti pada percobaan kedua. Hasil uji coba ketiga ini, sisa arsenik pada beras berkurang hingga 80%.

Meharg kemudian menyimpulkan, metode mananak nasi yang baik adalah dengan merendamnya selama semalam. Kemudian, mencuci dan membilas beras hingga benar-benar bersih. Setelah itu, dimasak dengan cara biasa menggunakan perbandingan air dan beras sebanyak lima berbanding satu.

Melansir Telegraph, sebagai tambahan, ada baiknya selama memasak nasi, diaduk sesekali. Setelah mendidih, kecilkan api dan tutup dengan erat selama 10-15 menit. Senyawa arsenik yang ada di beras dapat mematikan bila terakumulasi dalam tubuh akibat terpapar terus menerus. Kondisi menumpuknya arsenik tersebut dapat menyebabkan keracunan yang dapat merusak sistem pencernaan, muntah, diare, kram perut, syok, koma, hingga kematian.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Begini Spot Foto di Moto Niku Plaza Lotus Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Moto Niku Selfie Park & Studio Vintage di lantai dua Plaza Lotus, Bandar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *