Pro Strategic Foundation Adakan Diskusi Soal Ragam Perspektif Pilkada Lampung


Dari kiri: Robi Cahyadi, Fitra Dharma, Dadang Ishak Iskandar, Ayi Ahadiat, Usep Syaipudin, dan Guntur saat diskusi di Kantor Yayasan Pro Startegic Foundation, Jumat, 10/2/2017. | Ist

Bandar Lampung – Yayasan Pro Startegic Foundation mengadakan diskusi politik hari ini, Jumat, 10/2/2017 di kantor yayasan setempat. Diskusi yang dibuka oleh Ketua Yayasan Dadang Ishak Iskandar ini menyoroti Pilkada Lampung.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni dosen FISIP Unila Robi Cahyadi K (kandidat Doktor Unpad), serta dua dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila Fitra Dharma (Kandidat Doktor UI), dan Usep Syaifudin (kandidat Doktor UI).

Diskusi yang juga dihadiri Pembina Yayasan Ayi Ahadiat membahas evaluasi penyelenggaraan pilkada, dimulai dari Pilgub 2014, Pilkada serentak jilid I Desember 2015, serta kajian menuju Pilkada jilid I Februari 2107. Tak lupa dikaitkan dengan Pileg 2014, Pilpres 2014 dan refleksi pada pilkada kabupaten/kota di Lampung pada 2010-2013.

Dadang Iskandar mengatakan, permasalahan Pilkada Lampung yang paling krusial adalah pendataan pemilih, yaitu masalah keakuratan data Daftar Pemilih Tetap (DPT), pembelian suara, politik uang, relasi atasan dan bawahan (patron klien), netralitas birokrasi dan penyelenggara (KPU, Panwaslu).

“Berkaca pada hasil pilkada serentak jilid I, Desember 2015 lalu, ada beberapa catatan untuk Lampung, yakni angka partisipasi pemilih yang rata-rata hanya 68 %. Jauh dari target nasional 77,5%, serta munculnya budaya permisif di kalangan pemilih,” kata dia melalui rilisnya.

Menurutnya, pilkada dalam perspekstif ekonomi khususnya keuangan daerah hanya bersifat menggerus anggaran daerah pada APBD untuk pelaksanaannya. “Politik ekonomi terlihat dalam penentuan proyek-proyek gentong babi (pork barrel), yaitu projek yang seolah untuk rakyat namun keuntungannya untuk pejabat dan kepala daerah,” jelas Dadang.

“Jadi, masyarakat perlu lebih jeli dan memasang panca indra untuk mengawasi pelaksanaan pilkada, dengan membuang budaya permisif serta melibatkan semua warga sipil untuk menagih janji kampanye serta visi misi yang ditawarkan para kepala daerah,” ajaknya.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Pilkada Bandar Lampung atau Pikada Lamsel? Rycko Menoza: Nanti Tahajud Dahulu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ketua MPW Pemuda Pancasila Lampung Rycko Menoza belum mengambil keputusan apakah akan maju dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *