Ikut BPUN Way Kanan, Pramusaji Ini Akhirnya Kuliah di PTN


 

Zakiroh Mutawakkil (kanan) menerima sertifikat BPUN dari Ketua Alumni BPUN Way Kanan Disisi Saidi Fatah (kiri). | GP Ansor Way Kanan

Bandar Lampung – Zakiroh Mutawakkil, alumni Bimbingan Belajar Pascaujian Nasional (BPUN) Way Kanan, kini menjadi mahasiswa di Universitas Syiah Kuala, Nanggroe Aceh Darussalam. Dia kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) itu dengan mengambil jurusan psikologi.

“Awalnya, saya tidak ada niat mau kuliah, makanya ambil SMK jurusan Bisnis Manajemen sembari kerja di rumah makan cukup besar di Bandar Lampung,” kata Zakiroh dalam surat elektronik yang diterima duajurai.com, Selasa, 31/1/2017.

Di rumah makan tersebut, Zakiroh bekerja sebagai pelayan, kemudian naik menjadi pramusaji dan menjadi kasir. “Niat awal kenapa saya tiba-tiba mau kuliah adalah ketika saya capek. Pagi sekolah dan pulangnya kerja serta sering pula dimarahin sama bos dan pelanggan. Dari situ saya mulai berpikir, sampai kapan mau kerja begini dan digaji tak seberapa. Itulah awal kenapa saya memutuskan untuk kuliah,” ujarnya.

Pascagagal menembus SBMPTN 2015,  Zakiroh melewati hari-hari dengan galau. Dia bermain, kerja, dan hura-hura selain mempersiapkan diri mengikuti SBMPTN 2016. “Tahun lalu, saya bertekad masuk PTN dengan jalur SBMPTN lagi. Tapi, karena ibu saya sudah tidak punya uang lagi, maka saya cari alternatif lain. Ketemulah BPUN Way Kanan. Jarak tempuh Way Kanan dari tempat tinggal saya di Bandar Lampung sekitar empat jam,” kata dia.

Bersama peserta lain, Zakiroh mengikuti BPUN Way Kanan dan menjalani karantina selama sebulan penuh. “Ikut BPUN saya ibaratkan cuma perlu membawa badan dan otak. Biayanya cukup murah, yakni membawa beras sendiri untuk keperluan makan selama karantina,” ucapnya.

Dia melanjutkan, selama mengikuti BPUN, peserta diajari hidup prihatin dan giat belajar. Selain itu, mendapat siraman rohani dari pengasuh pesantren Kiai Imam Murtadlo Sayuthi beserta istri, Umi Muniroh. “BPUN Way Kanan juga menghadirkan motivator-motivator keren. Hal menarik lain, pelajaran operasi semut, yaitu menjaga kebersihan. Pokoknya kalau mata lihat sampah harus dipungut dan dibuang ketempatnya,” kata dia.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Kasih Masukan, ICMI-Pemprov Lampung Gelar Focus Group Discussion

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Procinsi Lampung dan Ikatan Cendekiawan MusliM …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *