Soal Listrik RS Bandar Negara Husada, Andi Surya Minta PLN Lampung Jangan Pakai Alasan Klise


Rumah Sakit Bandar Negara Husada | ist

Bandar Lampung – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Andi Surya mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membuka Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH). Meski demikian, senator asal Lampung tersebut merasa aneh dengan kabar kesulitan PT PLN menyediakan listrik untuk rumah sakit di kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan itu.

RSBNH direncanakan diresmikan pada tahun 2017 ini. Peresmian rumah sakit yang melayani pasien kelas tiga tersebut tinggal menunggu keluarnya peraturan gubernur (pergub). Nantinya, tenaga medis rumah sakit tipe C itu didistribusikan dari RS Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) dan RS jiwa setempat.

Baca Diresmikan Tahun Ini, RS Bandar Negara Husada Lampung Tinggal Tunggu Pergub

“Saya mengapresiasi Pemprov Lampung yang akan mengoperasionalkan RSBNH Kota Baru. Ini merupakan sebuah prestasi yang patut dicatat karena seiring dengan perkembangan pembukaan Kota Baru tentu diperlukan layanan kesehatan di sana,” kata Andi Surya lewat surat elektronik kepada duajurai.com, Rabu, 25/1/2017.

“Namun saya melihat, keluhan pihak Pemprov terhadap kebutuhan listrik RSNBH yang tidak serta merta dapat dilayani oleh pihak PLN, ini menjadi persoalan yang aneh,” tukas Andi.

Baca Siap Diresmikan, RS Bandar Negara Husada Lampung Butuh Pemasangan Listrik 500 kVA

Menurut Andi, sesungguhnya sudah merupakan tugas PLN melakukan layanan terhadap kebutuhan masyarakat maupun pemerintah. Tidak ada alasan PLN tidak dapat menyalurkan listrik ke RSBNM.

Ia menilai, pejabat PLN masih memakai dalih lama dalam mengatasi persoalan listrik, yaitu kendala jaringan dan ketersediaan daya. Padahal, pihak PLN sudah tahu bahwa Kota Baru telah diprogramkan Pemrov Lampung sejak bertahun-tahun lalu.

Baca Tenaga Medis RS Bandar Negara Husada Lampung dari RSUDAM-RS Jiwa

“Artinya tanpa diberitahu pun seharusnya PLN merespons kebutuhan pemerintah, bukan mencari-cari alasan klise seperti itu,” sesal Andi Surya.

“Jika PLN tidak dapat menyediakan listrik dalam waktu dekat untuk kebutuhan soft opening RSBNH, maka kami akan memanggil Kementerian BUMN dan Direktur Utama PLN di Jakarta dan melaporkan pekerjaan anak buahnya yang tidak becus dan kurang responsif terhadap perkembangan pembangunan di daerah,” pungkasnya.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

PT BBJ Salurkan 10 Ton Beras untuk Penanggulangan Covid-19 Lamsel

KALIANDA, duajurai.co – Kepedulian pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 kian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *