Isi Seminar Menulis, Josep Ajak Dosen Darmajaya Lampung Tulis Buku Referensi


DIREKTUR Utama Graha Ilmu Yogyakarta Josep Ediyanto menjadi pembicara dalam seminar ‘Motivasi Menulis Bagi Dosen IBI Darmajaya’, Selasa lalu, 24 Januari 2017. Dalam seminar tersebut, dia mengajak dosen IBI Darmajaya untuk mengubah laporan penelitian menjadi sebuah buku referensi. | Humas IBI Darmajaya

Bandar Lampung – Direktur Utama Graha Ilmu Yogyakarta Josep Ediyanto mengisi seminar ‘Motivasi Menulis Bagi Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya’ di Aula Pascasarjana kampus setempat, Bandar Lampung, kemarin. Dalam seminar tersebut, Josep mengajak dosen IBI Darmajaya untuk mengubah laporan penelitian menjadi sebuah buku referensi.

“Banyak dosen Darmajaya yang berhasil memenangkan hibah penelitian dari Kemenristek Dikti. Sayang sekali jika laporan hasil penelitian tersebut tidak dipoles sedikit menjadi sebuah buku referensi,” kata Josep dalam surat elektronik yang diterima duajurai.com, Rabu, 25/1/2017.

Dia mengatakan, tidak banyak penulis yang bisa membuat buku referensi, hanya dari kalangan peneliti. Padahal, menulis buku referensi bisa menjadi peluang karena sangat dibutuhkan bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

Menurutnya, buku referensi adalah tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya fokus pada satu bidang ilmu. Urutan materi dan struktur buku teks disusun berdasarkan logika bidang ilmu (content oriented). Buku ini diterbitkan dan dipasarkan secara umum.

Berbeda dengan buku ajar bagi mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar dan memuat bahan ajar sesuai kurikulum yang berlaku. Sehingga, gaya penulisannya mesti dikemas dengan lebih menarik. “Menulis seharusnya bukan hal asing bagi dosen karena telah terbiasa membuat bahan ajar, laporan, dan lainnya. Mudah-mudahan semester depan atau tahun  depan ada buku yang dihasilkan dosen Darmajaya yang diterbitkan Graha Ilmu,” ujarnya.

Sementara itu, Abdul Aziz, Wakil Rektor IBI Darmajaya Bidang Akademik dan Riset, menyatakan, dosen dituntut untuk mampu menulis dengan baik guna proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sebab, buku adalah hak kekayaan intelektual yang dapat diwariskan. “Menulis buku juga bisa mendukung dosen untuk jenjang akademik dan pengakuan sebagai kaum intelektual. Menjadi seorang profesor juga harus menulis buku,” kata dia.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top