STATUS IB ILHAM MALIK: Flyover/Underpass Unila dan MBK Mestinya Tidak Dibangun


IB Ilham Malik | Akun Facebook IB Ilham Malik

APA PUN yang dibangun oleh pemerintah daerah (pemda), pasti akan digunakan oleh masyarakat. Karenanya, Pemerintah Kota Bandar Lampung hendaknya dapat bijak dan tepat dalam memutuskan kegiatan pembangunan flyover/underpass. Mudah-mudahan, teman-teman di Universitas Lampung dan PT Teknokrat, dapat menolak pembangunan flyover/underpass di simpang Unila dan simpang Mal Bumi Kedaton (MBK).

Kemacetan di simpang itu, tidak bisa dilihat dari sisi lokasi macet itu saja. Rekayasa lalu lintas, di kota kita, sudah tidak bisa lagi dibuat perpenggal jalan. Tapi sudah harus rekayasa skala kawasan, bahkan kota. Landuse failure juga harus dilihat. Sebaran fungsi lahan yang tidak benar juga harus dilihat. MBK yang berkonsep abu-abu tapi business distrct juga harus dibenahi.

Uang pembangunannya yang sudah disetujui oleh DPRD (kenapa kalian bisa seperti itu dewan?), bisa dialihkan ke proyek flyover/underpass yang bersimpangan dengan rel kereta api dan bypass. Mudah-mudahan usulan ini tidak membuat Pak Wali, pemkot, konsultan dan kontraktornya, ngamuk.

Tapi, membenahi simpang kritis tidaklah sebegitunya. Kota membutuhkan regulasi yang tepat. Formulasinya juga mesti tepat. Sebab, jika obat penataan simpang selalu sama, maka sudah pasti kota kita akan semakin mabuk dengan kemacetan.

Teman-teman di pemda yang sudah tahu tentang solusi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah transportasi kota, hendaklah bicara dan sampaikan dalam rapat anggaran dan rapat dengan dewan. Ini memang berpotensi mengganggu posisi jabatan, tapi kota kita tidak akan bisa membaik jika tidak ada yang mau berkorban dalam setiap isu sensitif. Teman-teman dewan begitu juga. Saya tahu, banyak yang paham soal ini di dewan dan pemda.

Tahun 2017, hendaklah bangun flyover di lokasi simpang sebidang dengan rel KA dan bypass. Selain lokasi itu, hendaknya jangan dibangun. Kota kita masih punya kesempatan untuk berbenah diri. Kota kita belum parah-parah amat meskipun ada gejala menuju ke kondisi yang kritis. Bangunlah di tempat lain.

Masalah urban transport, hanya bisa diselesaikan melalui urban transport reform yang mengarah ke public transport dan sustain transport. Bandar Lampung akan semakin mabuk jika bagian dalam kota pun dibuatkan flyover/ underpass. Kota kita harus menjadi kota yang baik dan terbaik dalam membangun transportasi kota. Kita bisa melakukannya. Kota lain layak mencontoh kita.

Tapi, jika semua simpang, apalagi simpang ikon seperti MBK dan Unila pun diperlakukan sedemikian rupa, kota kita akan semakin rumit pembenahannya. Mudah-mudahan Unila dan Teknokrat, bisa memiliki persepsi yang sama dengan saya tentang flyover/underpass ini.(*)

Ida Bagus Ilham Malik | Mahasiswa Doktor Bidang Urban Planning di The University of Kitakyushu, Jepang, melalui Beasiswa Monbukagakusho MEXT 2015 | Dosen Universitas Bandar Lampung | Status Facebook Rabu, 11/1/2017

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top