Dua Buku Sastra Bahasa Lampung Diluncurkan di Krui 21 Januari


BUKU | ist

Bandar Lampung – Dua buku sastra berbahasa Lampung akan diluncurkan di Krui, Pesisir Barat, Sabtu, 21/1/2016. Dua buku yang terbit akhir tahun lalu tersebut adalah novel Negarabatin karya Udo Z Karzi dan kumpulan sajak Sekekejungni Pesiser Sememanjangni Angangon karya Elly Dharmawanti dan SW Teofani.

Elly Dharmawanti mengatakan kedua buku yang diterbitkan Pustaka LaBRAK dan Aura Publishing ini akan didiskusikan di Aula SMAN 1 Pesisir Barat. “Kalau tidak ada perubahan, peluncuran buku ini diselenggarakan OSIS SMAN 1 Pesisir Barat dengan mengundang seluruh SMA di Pesisir Barat,” kata penulis yang berdomisi di Krui, tersebut dalam rilis yang diterima duajurai.com, Kamis, 12/2/2016.

Ketua Panitia Peluncuran Buku Indra Saputra menambahkan, buku Sekekejungni Pesisir Sememanjangni Angangon serta novel Negarabatin sangat tepat dibaca pelajar di Pesisir Barat. “Kedua buku selain menggunakan bahasa Lampung yang masih hidup di daerah kami, juga memuat potensi daerah kami dalam bidang pariwisata dan budaya lokal,” ujar Ketua OSIS SMAN 1 Pesisr Barat ini.

Terkait itu, kata Indra, panitia juga mengundang Bupati Pesisir Barat, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan sai batin 16 Marga di Pesisir Barat.

Kepala SMAN 1 Pesisir Tengah Hendra Efendi menyatakan bangga dengan keberadaan penulis di daerahnya. “Saya suka membaca buku Sekekejungni Pesiser Sememanjangni Angangon karena memuat tempat-tempat yang saya kenal dan kini dikenal sebagai destinasi wisata di Pesbar. Buku ini sangat mendukung pengembangan pariwisata di daerah ini,” ujarnya.

Ketua MKKS SMA Pesisir Barat Putrawan Jayaningrat menyebutkan kedua buku berbahasa Lampung ini sangat penting untuk menunjang pengajaran bahasa dan sastra Lampung. “Buku-buku berbahasa Lampung akan sangat membantu siswa dalam belajar bahasa Lampung. Saya setuju jika buku-buku bacaan bahasa semacam ini diperbanyak dan disebarkan ke sekolah-sekolah,” kata dia.

Novel Negarabatin karya Udo Z Karzi berkisah tentang rindu-dendam Uyung, tokoh utamanya terhadap kampung halamannya, Negarabatin. Novel setebal 200 halaman ini berlatar alam pedesaan di Liwa, Lampung Barat tahun 1970-1986. Di dalamnya tergambar bagaimana Uyung pernah berkali mencoba hilang dan lari dari pekonnya, tetapi berkali-kali pula karena adanya ikatan batin yang begitu kuat, ia kembali ke desanya itu.

Sakik nihan atiku jama pekonku tenggalan. Kidang, aga repa kidah. Senyuwoh-nyowohni nyak jama Negarabatin, pagun mak nihan dapok kik aga titokko (Sakit benar hati terhadap kampungku sendiri. Tapi, bagaimana pula. Seberapa bencinya aku dengan Negarabatin, tetap tak mungkin jika hendak dibuang),” begitu kata tokoh utama di novel tersebut.

Sedangkan Sekekejungni Pesiser Sememanjangni Angangon berisi sajak-sajak Elly Dharmawanti dan SW Teofani yang berlatar Kabupaten Pesisir Barat. Elly memungut syair dari banyak tempat di sepanjang pantai Pesisir Barat seperti dapat disimak pada judul-judul sajak Tenumbang, Labuhan Jukung, Tanjung Setia, Kuala Stabas, Slalau, dan Pahmung. Elly juga mengungkapkan berbagai perasaan, rindu, mimpi, ingatan, dan angan-angan.

Begitu juga dengan SW Teofani yang menulis sajak menyebutkan tempat-tempat seperti Pasar Krui, Repong Damar, Pesisir Tengah, Canguk, Sepapa, Ranau, Way Haru, dan Pahmungan.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Tepercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top