OPINI RUSITA: Inflasi Bandar Lampung Rendah: Good or Not?


Ilustrasi inflasi | ist

INFLASI Kota Bandar Lampung sepanjang 2016 tercatat 2,75%, lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 3,02%. Angka inflasi ini terasa ‘istimewa’karena yang terendah dalam 15 tahun terakhir. Bahkan, jika dilihat dari data series inflasi sejak 2001, tidak ada satu tahun pun angka inflasi Bandar Lampung berada di bawah level 4%. Inflasi periode 2001-2015 berkisar antara 4%- 22%.

Selama ini, inflasi Bandar Lampung umumnya dipicu inflasi pada kelompok bahan makanan, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok serta tembakau. Kedua kelompok ini cukup dominan memberikan sumbangan inflasi secara keseluruhan tiap tahun. Pada 2016, inflasi kelompok bahan makanan hanya mencapai 3,85%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pada 2015, yakni 8,94%.

Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau hanya mengalami inflasi 3,61% pada 2016. Sementara, inflasi kelompok dimaksud pada 2015 mencapai 7,02%. Turunnya tingkat inflasi pada kedua kelompok ini memberikan andil rendahnya inflasi pada 2016.

Rendahnya angka inflasi Bandar Lampung menunjukkan bahwa harga barang-barang sepanjang 2016 relatif stabil. Hal ini tentunya merupakan perkembangan yang baik bagi perekonomian. Inflasi yang ringan di antaranya dapat mendorong meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Inflasi yang stabil membuat perencanaan keuangan lebih baik, daya beli menjangkau, dan kebutuhan hidup terpenuhi.

Apa yang menyebabkan rendahnya inflasi tahun 2016? Kenaikan harga barang pada umumnya dipicu oleh gejolak harga pada kelompok bahan makanan yang bersumber dari gejolak disisi penawaran, seperti faktor musim, bencana alam, distribusi dan lain-lain.

Menurut BI, terjaganya pasokan bahan pangan strategis melaui upaya ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian, serta penguatan koordinasi Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Lampung menjaga tekanan inflasi di Lampung tetap stabil dan terkendali. Disamping itu, dari sisi distribusi adanya upaya pemerintah baik kabupaten/kota maupun provinsi yang terus melakukan perbaikan infrastruktur terutama jalan agaknya juga cukup berhasil memperlancar arus barang antar daerah.

Inflasi Rendah Bukan Prestasi

Namun, ternyata rendahnya angka inflasi ini bisa juga disebabkan oleh faktor lain. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, di depan Komisi XI DPR pada Agustus yang lalu, mengatakan, capaian inflasi yang rendah saat ini terjadi di hampir semua negara di dunia. Hal tersebut karena kombinasi antara permintaan yang sangat lemah pascakrisis 2008-2009 dan suplai yang berlimpah secara global. Dampaknya, terjadi apa yang disebut glut (persediaan yang banjir).

Jadi, sebetulnya kalau mengatakan inflasi rendah hari ini bukan merupakan prestasi karena hampir semua negara. Even yang biasanya inflasinya tinggi itu rendah sekarang. Senada dengan Menkeu, Lana Soelistianingsih, ekonom Samuel Asset Management, berpendapat, inflasi yang rendah saat ini memang tidak bisa langsung dianggap sebagai prestasi, tetapi harus menjadi peringatan. Dia sepakat memang ada faktor lemahnya permintaan dari masyarakat yang membuat tingkat inflasi rendah. (Bisnis Indonesia, 27 Agustus 2016)

Adanya faktor lain, seperti yang disebut diatas, agaknya perlu juga untuk menjadi bahan evaluasi, apakah rendahnya inflasi pada 2016 ternyata justru disebabkan oleh melemahnya permintaan masyarakat. Lemahnya permintaan ini bisa dikaitan dengan rendahnya daya beli masyarakat.

Kita mungkin ingat sepanjang 2016 harga jual produk-produk pertanian, khususnya di Lampung, mengalami penurunan. Kurang bergairahnya harga-harga, seperti kelapa sawit, karet, jagung, dan ubi kayu yang menyebabkan turunnya pendapatan para petani bisa jadi ikut memengaruhi lemahnya daya beli masyarakat. Karena itu, perlu kiranya kita untuk lebih berhati-hati dalam membaca fenomena rendahnya inflasi 2016, apakah disebabkan oleh keberhasilan perencanaan pembangunan atau justru karena turunnya kesejahteraan dari masyarakat itu sendiri.(*)

Rusita | Statistisi Ahli BPS Provinsi Lampung

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top